Pembatas Jalan Warna Warni Hanya ada di Jakarta

 
Pembatas Jalan Warna Warni Hanya ada di Jakarta

LADUNI.ID, Jakarta - Pembatas jalan di kawasan Pasar Rebo sempat menjadi perbincangan dan viral di media sosial karena dianggap membahayakan pengendara atau keselamatan pengguna jalan raya. Pembatas jalan itu awalnya sudah dicat warna-warni, tapi kini kembali menjadi hitam-putih.

Pengamat keselamatan dari 'The Real Driving Centre', yaitu Marcell Kurniawan berpendapat bahwa secara visual memang separator atau pembatas jalan mampu 'mempercantik' jalan. Namun tidak untuk keselamatan di jalan.
Dijelaskan Marcell, warna-warna yang digunakan bisa mengganggu visibilitas (penglihatan) setiap pengendara. Sementara dalam membuat pembatas jalan dengan tujuan keselamatan seharusnya menggunakan warna-warna yang sesuai.

Tanggapan dari Pihak Kepolisian mengenai pembatas jalan dengan warna-warni, "Marka jalan aturan warna putih. Kalau itu (di) trotoar atau pembatas jalan, batas warna putih atau hitam-putih. Kalu di tengah jalan zebra cross," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Ada juga warna lain untuk pengecatan marka jalan tertentu. Salah satunya jalur khusus busway dan yellow box junction. "Khusus jalur busway, itu warna merah marun. (Di) persimpangan ada cat kuning silang yaitu yellow box junction, itu marka jalan," katanya.

Dalam Pasal 1 UU No 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, definisi marka jalan adalah:

"Suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus Lalu Lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas."

Sementara dalam Permenhub No 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, definisi marka jalan adalah:

"Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas."

Dalam Pasal 4 Permenhub No 34 Tahun 2014:

(1) Marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dapat berwarna:
a. putih;
b. kuning;
c. merah; dan
d. warna lainnya.

(2) Marka Jalan berwarna putih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a menyatakan bahwa pengguna jalan wajib mengikuti perintah atau larangan sesuai dengan bentuknya.

(3) Marka Jalan berwarna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b menyatakan bahwa pengguna jalan dilarang berhenti pada area tersebut.

(4) Marka Jalan berwarna merah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c menyatakan keperluan atau tanda khusus.

(5) Marka Jalan warna lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d yaitu Marka Jalan berwarna hijau dan coklat, yang
menyatakan daerah kepentingan khusus yang harus dilengkapi dengan rambu dan/atau petunjuk yang dinyatakan dengan tegas.