Selama lebih dari 20 Tahun Warga Enem Gelap Gulita, Baru Kali Ini Terang

 
Selama lebih dari 20 Tahun Warga Enem Gelap Gulita, Baru Kali Ini Terang

LADUNI.iD, Papua - Selama lebih dari 20 tahun  Warga Desa Enem, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, hidup dengan segala keterbatasannya, belum  tersentuh listrik, desa gelap gulita aktivitas sehari-hari, khususnya di malam hari warga mengandalkan pelita atau biasa dikenal dengan lampu teplok. Lampu teplok digunakan misalnya saat anak belajar malam hari. Kini pemerintah tengah berupaya menerapkan sila ke lima Pancasila yaitu " Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ", dengan terus membangun untuk mensejahterakan rakyatnya.

Desa Enem sudah mendapat pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kwp. , Warga sangat senang dan menyambut gembira tentuna beragam aktivitas yang butuh listrik sudah bisa dilakukan , Salah satu yang mengungkapkan rasa senangnya adalah Maria Bapaemu. Dia mengatakan, di Desa Enem sudah lama kondisinya gelap

"(Dengan adanya listrik) senang, (karena) sudah lama gelap, hari ini baru terang," kata Maria, di Desa Enem, Papua Selasa (24/7/2018).

Maria mengatakan selama ini rumah mereka tidak ada lampu karena belum ada listrik untuk menyalakan lampu. Dengan sudah terlistrikinya desa tersebut, maka rumah-rumah mereka kini terang saat malam.

"Iya (sebelumnya) tidak ada lampu. Baru kali ini kita dapat terang," ujar Maria.