04 Sep 2018 · 6.565 dibaca · Mistis
Laduni.ID, Jakarta - Ketika kabar duka datang, misalnya seorang sahabat wafat, keluarga berpulang, atau ujian hidup menimpa, hampir setiap lidah umat Islam spontan melafadhkan kalimat berikut:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.”
Kalimat ini disebut istirja‘, sebuah pernyataan kembali kepada Allah. Namun bila direnungkan lebih dalam, sesungguhnya yang diseru dalam kalimat itu bukan orang yang meninggal, melainkan diri kita yang masih hidup. Sebenarnya, makna yang terkandung di dalamnya bukanlah doa untuk mayit, melainkan pengingat bagi yang ditinggalkan agar menyadari bahwa semua hal di dunia ini adalah titipan belaka. Adapun doa bagi yang wafat, Nabi SAW mengajarkan doa ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah, berilah keselamatan dan maafkanlah dia.”
Kita tahu bahwa kalimat istirja‘ termasuk
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+