Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam Abu Ishaq al-Marwazi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam Abu Ishaq al-Marwazi

lahir 0818 M · 19.442 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Nashr bin Al-Hajjajal-Marwazi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Imam Abu Ishaq al-Marwazi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pujian Para Ulama kepada Imam Abu Ishaq al-Marwazi
  4. Guru-Guru
  5. Murid-Murid
  6. Karya-Karya
  7. Chart Silsilah Sanad
  8. Referensi

1. Kelahiran

Abu Abdillah Muhammad bin Nashr bin Al-Hajjajal-Marwazi atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam Abu Ishaq al-Marwazi lahir pada tahun 202 H, di Bagdad.

2. Wafat

Menurut As-Subuki, Imam Abu Ishaq al-Marwazi meninggal di Samarqand pada bulan Muharram tahun 294 H.

3. Pujian Para Ulama kepada Imam Abu Ishaq al-Marwazi

Al-Hakim berkata: “Muhammad bin Nashr adalah seorang Ahli ibadah, ilmuan dan seorang ulama hadits tanpa dipertanyakan lagi”.

Abu Dzar Muhammad bin Muhammad bin Yusuf Al-Qadhi berkata: “Di masa-masa pertama, guru-guru kami berkata: “Ulama di Khurasan ada empat, yaitu: Ibnul Mubarak, Yahya bin Yahya, Ishaq Bin Rahawaih, Dan Muhammad bin Nashr Al-Marwazi”.

Ibnul Al-khram mengatakan: “Ismail bin Qutaibah memberitahukan kepada kami, dia berkata: “Aku sering mendengar Yahya bin Yahya ketika ditanya tentang suatu hal, maka ia berkata: “Kalian bertanya saja kepada kepada Abu Abdillah Al-Mawardi”.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Muhammad bin Nashr Al-Faqih Asy-Syafi’i adalah seorang yang pandai dan menguasai berbagai bidang ilmu ”

Abu Bakar Ash-Shibghi berkata: “Aku mendapatkan dua imam yang mana aku belum sempat berguru kepada keduanya, mereka adalah Abu Hatim Ar-Razi dan Muhammad bi Nashr Al-Marwazi. Adapun Abu Nashir Al-Mawarzi, aku belum perna melihat orang yang sebaik beliau shalat. Pernah diceritakan kepadku, bahwa lalat kerbau hinggap di jidatnya sampai darah mengalir di mukanya, tetapi ia sama sekali tidak bergeming”.

Muhammad bin Ya’qub bin Al-Akhram berkata: “Aku belum pernah melihat orang yang shalat lebih baik dari Muhammad bin Nashr. Ketika ia sedang shalat, tiba-tiba ada lalat penyengat hinggap di telinganya, biarpun darah mengalir, namun dia tidak bergerak mengusir lalat tersebut. Maka sungguh aku dibuat kagum betapa baik dan khusyu’nya ia dalam menunaikan shalat. Dia letakkan dagunya di atas dadanya dan berdiri tegak. Dia juga berakhlak terpuji, seolah-olah di wajahnya terbelah buah delima, dan di kedua pipinya terdapat bunga mawar”.

Adz-Dzahabi berkata: “Muhammad bin Nashr berkata: “Aku Belum pernah berpandangan baik terhadap Imam Asy-Syafi’I, Namun ketika aku sedang duduk di masjid Nabawi di Madinah, tiba-tiba aku terlelap tidur dan bermimpi melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di dalam mimpi tersebut aku bertanya kepada beliau: “Apakah aku menulis pendapat Imam Asy-Syafi’i?”, beliau lalu menundukan kepalanya seperti orang yang sedang marah, lalu bersabda: “Kau katakan itu pendapat!, itu bukanlah pendapat pikiran, akan tetapi itu adalah bantahan terhadapat orang-orang yang membantah sunnahku”. Tatkala aku tersadar, aku segera beranjak ke Mesir dan menulis kitab karya Imam Asy-Syafi’i”.

Muhammad bin Ya’qub Al-Akhram berkata: “Muhammad bin Nashr adalah seorang yang berakhlak terpuji, seakan di mukanya terbelah buah delima, di kedua pipinya terdapat bunga mawar dan di janggutnya terdapat sinar bercahaya”.

4. Guru-Guru

Al-Imam Adz-Dzahabi berka

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+