Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Raden Haji Muhammad Akil (Cek Aguscik)
\U0001F4DC
✓ Terverifikasi Tim Riset

Raden Haji Muhammad Akil (Cek Aguscik)

1864 – 1939 M · 13.100 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau merupakan tokoh pemuka masyarakat wong Pelembang yang cukup terpelajar dan aktif dalam berbagai organisasi sosial keagamaan. Nama lengkapnya Raden Haji Muhammad Akil bin R. Amir Manteri

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Nasab
1.3  Keluarga
1.4  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Karir
4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Raden Haji Muhammad Akil atau yang kerap disapa dengan panggilan Cek Aguscik lahir pada tahun 1864 di Palembang. Beliau merupakan anak pertama dari delapan bersaudara, dari pasangan Nyimas Ina Bt Kms dengan H. Abu Hasan.

1.2 Nasab
Raden Haji Muhammad Akil bin R. Amir Manteri Cacar bin R. Abdurrahman Demang bin Pangeran Penghulu Abusamah bin Pangeran Penghulu Abdurrahmam bin Pangeran Nato Dirajo Sepuh bin Pangeran Purbaya bin Sultan Muhammad Mansur bin Sunan Abdurrahman Candi Walang.

1.3 Keluarga
Selama hayatnya, Cek Aguscik memiliki 4 orang istri, yaitu: RA. Cek Dep, Cek Banon, gadis Curup, dan RA. Ipa bt R. Ateh (19 ilir). Dari pernikahannya ini ia dikaruniai 11 putra-putri, di antaranya RA. Zaidah Nurkia (Cek Cik), RA. Hasanal Adlin (Cek Manteri), RM. Nawawi (Cek Nangcik), RA. Halijah, RHA. Hasanal Arifin (Cek Dencik), R. Abdullah Sani (Cek Ola), RA. Hasanaltu Adnin, RA. Amina (Cek Nona), dan RM. Bakhtiar

1.4 Wafat
Cek Aguscik wafat pada malam Jumat, 17 Shafar 1358 H atau 7 April 1939 M, jam 1.20 WIB dalam usia 75 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Ungkonan Jambangan zuriat Sunan Candi Walang 24 ilir Palembang.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Sebagaimana priyayi Palembang, Aguscik mendapatkan pendidikan di lingkungan Keraton dan Masjid Agung, belajar kepada para alim ulama Palembang waktu itu. Kitab yang dipelajarinya antara lain: Tafsir Baidhawi, Jam'ul Fawaid, Bahrul Mazi, Tarekat Sammaniyah, dll. Selain itu ia juga menuntut ilmu di sekolah umum formal seperti Onderwijzer Ind. School.

3. Karier
Sejak usia muda Cek Aguscik sudah aktif dalam berbagai organisasi pergerakan. Tugas dan jabatan yang diembannya, di antaranya:
1. Manteri Polisi
2. Pakrul (pengacara/kehakiman)
3. Onderwijzer Ind. School
4. Tokoh Budayawan Palembang
5. Anggota Partai Insulinde 19 ilir Palembang (1920)
6. Anggota Dewan Haminte Palembang (1926-1927)
7. Schoolopziener (1929)
8. Pendiri Studiefonds Batang Hari Sembilan (1929)
9. Anggota PSII Palembang
10. Pengurus Masjid Agung Palembang
11. Pendiri dan Ketua Priyaifonds Palembang pertama (1929-1930).

Pada tanggal 5 April 1929 ia dan kawan-kawan mendirikan perkumpulan PRIYAIFONDS Palembang yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan, di antaranya memperbaiki dan memelihara makam Raja-Raja Palembang dan zuriatnya, menghidupkan kembali tradisi adat istiadat Palembang, mengadakan pertunjukan-pertunjukan amal, koperasi, dan lain-lain.

4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari beberapa sumber.


Artikel ini sebelumnya diedit tanggal 7 April 2024 dan diedit kembali dengan penyelarasan bahasa tanggal 7 April 2026.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+