Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga #2: Era Kepemimpinan Dayah MUDI Masa Syekh H. Hanafiah Abbas (Tgk.

 
Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga #2: Era Kepemimpinan Dayah MUDI Masa Syekh H. Hanafiah Abbas (Tgk.

LADUNI.ID, PESANTREN-  Dayah MUDI terus berkembang, pasca meninggalnya Wafatnya Teungku Haji Syahabuddin bn Idris pada tahun 1935, selanjutnya tongkat kepemimpinan diteruskan oleh keluarga beliau sekaligus adik iparnya sendiri yakni Teungku Haji Hanafiah bin Abbas atau yang lebih dikenal dengan Teungku Abi. Dibawah asuhan beliau, dayah Mesjid Raya semakin meningkat dan jumlah santri semakin bertambah.

Sosok Teungku Abi,  merasa diri masih kekurangan ilmu, Teungku Abi memutuskan berangkat ke Mekkah Al Mukarramah untuk menambah ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan dayah diperbantukan kepada Teungku Muhammad Shaleh selama lebih kurang dua tahun. Singkatnya, sepeninggal Teungku Abi pada tahun 1964, dayah Mesjid Raya dipimpin oleh menantu beliau, yaitu Teungku Haji Abdul Aziz bin M. Shaleh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abon Aziz Samalanga, atau publik Aceh mengenalnya dengan Abon Samalanga.

Biografi Abon Aziz Samalanga

Nama lengkapnya Teungku Haji Abdul Aziz bin Muhammad Shaleh. Beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 1351 Hijriyah/1930 Masehi di Desa Kandang, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen (dulu masih Kabupaten Aceh Utara). Sejak kecil, beliau tumbuh dan besar di daerah Jeunieb, Bireuen.

Hal ini dikarenakan ayahanda beliau kala itu menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Jeunieb. Ayahanda beliau juga salah seorang pendiri Dayah Darul ‘Atiq Jeunieb, sehingga kehidupan Abon Samalanga sangat akrab dengan dunia pendidikan Islam (dayah) dibawah asuhan orangtua beliau sendiri.

Pada tahun 1944, Abon Samalangan menyelesaikan pendidikan tingkat Sekoral Rakyat (SR), dengan menimba ilmu pengetahuan dari ayahandanya selama dua tahun hingga akhirnya pada tahun 1946 beliau pindah belajar ke Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga dibawah asuhan Tgk. H. Hanafiah bin Abbas (Teungku Abi) selama lebih kurang dua tahun.

Tahun 1948, beliau melanjutkan pendidikannya ke salah satu dayah di Matangkuli, Aceh Utara dibawah kepemimpinan Teungku Ben atau akrab dikenal dengan Teungku Tanjôngan. Di Matangkuli, beliau belajar pada Teungku Idris Tanjôngan hingga tahun 1949, hingga akhirnya beliau kembali lagi ke dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, dan mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar. 

Saat usia beliau sudah matang, Abon Samalanga menikahi seorang puteri Mideun Jôk yang juga anak guru beliau sendiri sekaligus anak pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra). Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai 4 buah hati, satu laki-laki dan tiga perempuan yaitu Almarhum Hajjah Suaibah, Hajjah  Shalihah , Almarhum Tgk H Thaillah dan Hajjah Masyitah.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi Penggiat Literasi Asal Aceh