Teungku Chiek di Pasi #11: Asbabul Wurud Guci Rumpong

 
Teungku Chiek di Pasi #11: Asbabul Wurud Guci Rumpong

LADUNI.ID, ULAMA -Alkisah menurut sejarah mulut ke mulut, kedua guci itu mengalami pecah (rumpong). Hal itu terjadi karena kedua guci pernah saling berbenturan, sehingga pecah mulutnya. Sebab itulah dinamakan guci rumpong.

Guci itu tempat menyimpan air dari sumur sejak ratusan tahun lalu. Jika habis, airnya ditambah lagi ke dalam guci. Sampai sekarang air dalam guci digunakan untuk membasuh muka.

Di samping itu  apabila ada hajat memandikan seseorang, atau sebagai penyembuh orang sakit yaitu dengan cara meminum air dari guci tersebut.

Masih diceritakan Said Samsul Bahri, meskipun kemarau, tapi air dari sumur untuk disimpan ke guci tetap ada. Itu bedanya. Pada faktanya, guci rumpong hingga kini dipercayai sebagai tempat orang melepas nazar (peulheueh kaoy).

Dalam sejarahnya, kedua guci bisa membuktikan seseorang berkata atau berbuat benar atau salah. Bila salah atau bohong, maka yang bersangkutan akan lengket di sebuah guci. 

Menurut sejarahnya pula, dua guci tersebut berasal dari Siam (Thailand), hadiah Kerajaan Cina kepada Kerajaan Aceh masa itu. (Serambi Indonesia, 2017).

Kita berterima kasih kepada pengurus masjid di sana yang masih merawat dengan baik peninggalan waliyullah itu. Masih banyak warisan Teungku Chik Di Pasi yang terdapat di Masjid itu dan terawat dengan baik.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi Penggiat Literasi Asal dayah MUDI Samalanga