Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Tgk. Amir Husein Almudjahid
✓ Terverifikasi Tim Riset

Tgk. Amir Husein Almudjahid

lahir 1900 M · 13.558 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Amir Husein Almujahid dilukiskan sebagai seorang pejuang yang akan senantiasa menginspirasi generasi setelahnya untuk mencintai ilmu, memaknai hidup dalam lentera Islam, menjadi sumbu penerang dan mengisi nikmat kemerdekaan dengan bekal diri yang  berkekuatan spiritual dan bermarwah.    

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Tgk. Amir Husein Almudjahid

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Mendirikan Lembaga Pendidikan
  4. Sosok Pejuang

Kelahiran

Tgk. Amir Husein Almudjahid lahir pada tahun 1311 H bulan Muharram/1900 M di desa Blang Siguci Idi Rayeuk Aceh Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan Amir Suleiman dan Cut Manyak binti Muhammad Yusuf bin Syekh Yakub bin Syekh Abdussalam.

Pendidikan

Saat Tgk. Amir Husein Almudjahid berusia dua tahun, ayahandanya (Amir Sulaiman) meninggal dunia. Di tengah kesendiriannya, ibunda beliau, Cut Manyak tetap tegar dan berusaha keras menapaki hidup membesarkan Amir Husein dan Cut Fatimah seorang diri. Ikhlas melakoni tanggung jawab sebagai “ayah ngen mak” sekaligus, Cut Manyak berhasil melewati masa sulit hingga Amir Husein pun memasuki masa kanak-kanaknya.

Keseharian Amir Husein diisi dengan bermain dan mengaji di malam hari. Satu hal yang menarik, dikalangan sahabatnya Amir Husein dikenal memiliki rasa kesetiaan dan simpati yang berlebih terhadap semua orang sehingga ia begitu dicintai oleh teman-temannya. Kendati demikian waktu luangnya lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu ibunya di rumah.

Oleh ibunya Amir Husein mulai diperkenalkan Al- Qur’an dan dasar-dasar Islam. Saban hari, ibunya senantiasa mengajarkan Juz Amma dan tertib pelaksanaan shalat pada Amir Husein. Selanjutnya di usia 7 tahun ia mulai mengeyam pendidikan dasar pada Volkschool Blang Guci dan Dayah Pulo Blang Idi yang didirikan oleh Teungku Chik Muhammad Idris Ahmad Tanjongan Al-Rumi. (Fauzi, 2016:09).

Dari catatan sejarah, Amir Husein kerap berpindah tempat dalam menuntut ilmu, ini dikarenakan sifat Amir Husein yang tidak betah diam pada satu tempat saja (Hasjmy, 1997:135). Sumber lain menyebutkan (wawancara dengan anak laki-laki tertua Amir Husein tanggal 21 Desember 2017) sikap tersebut disebabkan karena perbedaan pemikiran/pendirian Amir Husein terhadap lembaga pendidikan tersebut.

Selain itu, Amir Husein juga pernah menimba ilmu pada Dayah Cot Meurak Bireun, Dayah Blang Kabo, Geudong, Dayah Blang Jruen, Dayah Hasbiyah Indrapuri Aceh Besar hingga berguru selama 20 tahun pada seorang ulama besar nan kharismatik pimpinan Dayah Kruengkale yaitu Teungku Haji Muhammad Hasan Kruengkale.

Sepintas penulis sajikan pengalaman unik nan jenaka dari Amir Husein selama menimba ilmu yang diceritakan langsung pada anaknya. H. T. Zubair Almujahid, mengisahkannya demikian: “Disaat abah sedang belajar di dayah Hasbiyah Indrapuri, terlintas keinginan abah untuk pulang kampung di Idi Rayeuk Aceh Timur. Keterbatasan biaya tidak menyurutkan niat abah untuk pulang.”

Amir Husein dengan nalurinya cerdik menganjurkan sahabatnya Usman Bakar Perlak untuk mengikuti ajakannya tidur terlentang di ruas jalan. Tanpa menunggu waktu lama sebuah kendaraan mewah milik Residen Belanda mampir dan memberikan tumpangan pada kedua santri tersebut.

Sepanjang perjalanan seisi mobil Residen Belanda riuh terbahak mendengar kisah Amir Husein. Singkatnya,  sesampainya di idi, Amir Husein dan Usman Bakar diberikan hadiah ƒ1000 (Gulden Belanda) dengan pesan; “Pergunakanlah uang itu untuk belajar dan sebagian berikan untuk ibu”.        

Tak hanya itu, Amir Husein selama belajar di dayah Hasbiyah Indrapuri diberikan “mandat” oleh panitia lembaga dayah sebagai santri yang bertugas mencari bantuan dana untuk pembangunan dayah yang mana hal tersebut mengantarkan Amir Husein, sahabatnya Usman Bakar dan Abubakar Aceh ke berbagai daerah di luar pulau Sumatra sampai Singapura dan sempat memperoleh wejangan dari Sultan Alaiddin Muhammad Da

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+