Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif, Pendiri PP. Babakan Ciwaringin Cirebon
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif, Pendiri PP. Babakan Ciwaringin Cirebon

1665 – 1785 M · 5.727 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kyai Hasanuddin Jatira adalah pendiri Pondok Pesantren Babakan, Caringin, Cirebon, Jawa Barat. Ia lahir sekitar tahun 1665 di Pamijahan Kulon, Plumbon, Jawa Barat. Ayah beliau adalah Kyai Abdul Latif, keturunan ke-9 Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan Kulon (Tasikmalaya).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Nasab
1.4  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Sekilas Asal-Usul Desa Babakan
3.2  Mendirikan Pondok Pesantren di Babakan
3.3  Perjuangan Melawan Penjajah

4.     Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Kyai Hasanuddin Jatira adalah pendiri Pondok Pesantren Babakan,  Caringin, Cirebon, Jawa Barat, lahir sekitar tahun 1665 di Pamijahan Kulon, Plumbon, Jawa Barat. Ayah beliau adalah Kyai Abdul Latif, keturunan ke-9 Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan Kulon (Tasikmalaya).
Selain itu beliau juga dikenal dengan nama :

  1. Kyai Hasan
  2. Kyai Hasanuddin
  3. Kyai Jatira
  4. Kyai Qobul

1.2 Wafat
Kyai Hasanuddin Jatira wafat pada 1785 dalam usia sekitar 120 tahun dan dimakamkan di komplek Maqbaroh Syekh KH. Abdul Latif Kajen, Pamijahan Wetan,   Plumbon, Cirebon.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Semenjak kecil beliau dibesarkan dan dididik oleh Ayahnya

2.1 Guru

  1. Syekh KH. Abdul Latif
  2. Penerus Kyai Hasanuddin Jatira
  3. KH. Nawawi (Menantu Kyai Hasanuddin Jatira)

3 . Perjalanan Hidup dan Dakwah

Ciwaringin Babakan, suatu pendukuhan kecil terletak dibagian barat daya kabupaten Cirebon + KM dari pusat keramaian kota, merupakan salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang berdiri di bumi nusantara ini. Sebagai pondok pesantren, Babakan hingga kini masih mampu bertahan, berdiri kokoh, bak batu karang ditengah lautan.

Tersirat dalam sejarah, pesantren Babakan Ciwaringin didirikan sekitar tahun 1715 M / 1127 H oleh seorang Kyai berdarah mataram.
Berdirinya pondok pesantren tidak terlepas dari pembawa agama islam melalui perpaduan antara budaya lokal dengan norma islam perjalanan panjang oleh para Kyai merupakan para wali penyebar agama islam sejak tahun 1350 M. Pada periodesasi kerajaan mataram proses islamisasi telah tumbuh dan mengakar di kalangan masyarakat indonesia.

Adalah Kyai Hasanuddin Jatira, yang mula-mula pertama kali menyebarkan agama islam dari mataram didaerah Babakan ciwaringin cirebon pada tahun 1517 M. Dipilihnya desa Babakan bukan tanpa alasan, tetapi karena beliau seorang pejuang agama yang dekat dengan masyarakat miskin. Desa yang kering dengan lahan pertanian yang kurang subur menjadikan diri Kyai Hasanuddin Jatira berpacu mengembangkan pondok beliau sebagai tempat peristirahatan yang jauh dari keramaian terutama dari pengaruh kekuasaan dan penjajah belanda.

Maka dirintislah sebuah pesantren sederhana yang diberi nama Pesantren Babakan. Leluhur Kyai Hasanuddin Jatira yaitu Kyai Nawawi merupakan tonggak bagi berdirinya sejumlah pondok pesantren di wilayah Cirebon paling barat, yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Di antaranya Pondok  Pesantren Babakan, Pondok Pesantren Panjalin, Pondok Pesantren Kempek, Pondok Pesantren Arjawinangun, Pesantren Winong, Pesantren Loatang Jaya, Pesantren Duku Mire, Pesantren Gintung, Pesantren Kedongdong, dan Po

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+