Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sri Sultan Hamengku Buwono V
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sri Sultan Hamengku Buwono V

2.377 kali dibaca · Profil Tokoh

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sultan Hamengku Buwono V adalah putra keenam Sultan Hamengku Buwono IV dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kencono. Nama asli beliau adalah Gusti Raden Mas Gathot Menol. Sultan Hamengku Buwono V adalah Sultan termuda dari seluruh Sultan Kesultanan Yogyakarta, bahkan di seluruh tanah Jawa. Sebab, beliau naik tahta untuk pertama kalinya pada tahun 1823, waktu itu usianya masih 3 tahun.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono V

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat
2.    Perjalanan Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono V
3.    Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono V
4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Sultan Hamengku Buwono V adalah putra keenam Sultan Hamengku Buwono IV dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kencono. Nama asli beliau adalah Gusti Raden Mas Gathot Menol. Beliau lahir pada tanggal 24 Januari 1820.

1.2 Riwayat Keluarga
Dari pernikahannya, Sri Sultan Hamengku Buwono V dikaruniai sembilan orang putra dan putri yaitu :

  1. Bendara Raden Mas Sepuh, meninggal pada usia muda
  2. Gusti Raden Mas Timur Muhammad, bergelar Kanjeng Bendara Pangeran Harya Suryaning Ngalaga
  3. Gusti Bendara Raden Ayu Hangabehi, menikah dengan Kanjeng Raden Tumenggung Ganda Kusuma
  4. Bendara Raden Ajeng Timur, meninggal pada usia muda
  5. Bendara Raden Ajeng Suwarti, meninggal pada usia muda
  6. Bendara Raden Ajeng Rabingu, meninggal pada usia muda
  7. Bendara Raden Ajeng Humissalamah, meninggal pada usia muda
  8. Bendara Raden Ayu Hadiwinata, menikah dengan Bendara Pangeran Harya Hadiwinata, putra keenam Hamengku Buwono VI
  9. Bendara Raden Ajeng Sukinah, menikah dengan Gusti Pangeran Harya Mangkubumi/Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi, putra kelima Hamengku Buwono VI

1.3 Wafat
Sultan Hamengku Buwono V wafat pada 5 Juni 1855 (ada yang mengatakan 1854). Kematian beliau itu tidak diketahui oleh banyak orang. Adapun peristiwa yang mengiringi kematian beliau disebut dengan Wereng Saketi Tresno (wafat oleh yang dicinta). Sri Sultan Hamengku Buwono V dimakamkan di Astana Besiyaran, Pajimatan Imogiri.

Ketika beliau meninggal, permaisuri pertamanya GKR Kencono tidak berputera. Sementara itu, permaisuri Kedua GKR Sekar Kedhaton yang sedang hamil belum menunjukkan tanda-tanda kelahiran. Maka dari itu tahta kerajaan kemudian dipegang oleh adik Sri Sultan Hamengkubuwono V, Raden Mas Mustojo, bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

2.  Perjalanan Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono V
Tahun 1823, ketika ayahandanya wafat, beliau diangkat menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono V ketika baru menginjak usia 3 tahun. Sultan Hamengku Buwono V adalah sultan termuda dari seluruh Sultan Kesultanan Yogyakarta, bahkan di seluruh tanah Jawa. Sebab, beliau naik tahta untuk pertama kalinya pada tahun 1823, waktu itu usianya masih 3 tahun.

Beliau tumbuh besar dengan perlakuan khusus antara perasaan iba dan tanggung jawab yang besar seperti itulah yang membentuk karakter beliau menjadi orang yang temah lembut dan sebisa mungkin menghindari kekerasan.  Dikarenakan usia sultan yang masih sangat belia, maka dibentuk dewan perwalian untuk mendampingi tugas-tugas pemerintahan. Anggota dewan perwalian terdiri atas Ratu Ageng  (nenek Sultan, yang juga permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono III), Ratu Kencono (ibu Sultan, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono IV), Pangeran Mangkubumi (putra Sri Sultan Hamengku Buwono II) dan Pangeran Diponegoro.

Para wali itu hanya mempunyai wewenang mengawasi keuangan keraton, sedangkan pelaksanaan pemerintahan keraton berada di tangan Patih Danurejo III, di bawah pengawasan residen Bela

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+