Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Siti Suryani Thahir, Pendiri Majelis Ta’lim Khusus Kaum Ibu di Jakarta
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Siti Suryani Thahir, Pendiri Majelis Ta’lim Khusus Kaum Ibu di Jakarta

1940 – 2015 M · 9.305 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Siti Suryani Thahir merupakan seorang Ulama perempuan asal Betawi yang mendirikan sebuah majelis taklim khusus ibu-ibu, di Jakarta. Yakni Majelis Taklim Kaum Ibu Attahiriyah (MTKIA). Beliau melakukan pemberdayaan perempuan, khususnya kaum ibu, untuk mengembangkan pengetahuan keagamaan. 

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Maj'lis Taklim
3.2  Merubah Paradigma Perempuan

4.    Karya-Karya Beliau
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Nyai Hj. Siti Suryani Thahir merupakan seorang ulama perempuan asal Betawi yang mendirikan sebuah majelis taklim khusus ibu-ibu, di Jakarta. Yakni Majelis Taklim Kaum Ibu Attahiriyah (MTKIA). Beliau melakukan pemberdayaan perempuan, khususnya kaum ibu, untuk mengembangkan pengetahuan keagamaan. 

1.1 Lahir
Beliau lahir di Jakarta tanggal 1 Januari 1940 dari pasangan KH. M. Thahir Rohili dan Hj. Salbiyah Ramli. Orang tua beliau adalah pendiri sekaligus pemilik Perguruan Islam yang bernaung di bawah Yayasan Addiniyah Attahiriyah.

1.2 Riwayat Keluarga
Nyai Hj. Suryani menikah dengan Syatiri Ahmad, seorang sarjana dari IAIN Sunan Kalijaga yang mendapat beasiswa untuk studi di Universitas Al-Azhar. Nyai Hj. Suryani dan suami menetap di Mesir untuk menimba ilmu bersama.

1.3 Wafat
Nyai Hj. Suryani wafat di Rumah Sakit Premier Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu pagi tanggal 5 September 2015.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Nyai Hj. Suryani menempuh pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi pada lembaga pendidikan Islam. Sejak usia tujuh tahun, beliau bersekolah di Madrasah Diniyah Awaliyah As-Syafi’iyah di Jalan Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Beliau mendapat bimbingan langsung dari Muallim KH. Abdullah Syafi’i. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan beliau di Madrasah Tsanawiyah Diniyah Putri Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 1953. Lalu, Nyai Hj. Suryani menempuh pendidikan di Madrasah Mualimat, Tanah Tinggi, Jakarta, pada 1958. Setelah menamatkan seluruh jenjang pendidikan formalnya di Indonesia, beliau lantas meneruskan pendidikan selama delapan tahun di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Nyai Hj. Suryani kuliah di Kuliyatu Ii Al-Banat jurusan Dirasah Islamiyah.

2.2 Guru-guru
1. KH. M. Thahir Rohili (ayah),
2. Hj. Salbiyah Ramli (ibu),
3. KH. Abdullah Syafi’i.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Majlis Ta’lim

Sepulang beliau dari Mesir, beliau membuka ta’lim dengan sederhana di rumah. Semula, majelis ta’lim itu hanya diikuti sekitar 12 orang. Namun seiring waktu berjalan, jamaah beliau semakin banyak, bahkan tersebar di pelosok Jakarta dan sekitarnya. Melihat perkembangan jamaah yang sangat pesat itu, Nyai Hj. Suryani akhirnya meresmikan pendirian Majelis Ta’lim Kaum Ibu Attahiriyah atau disingkat MTKIA.

Dikutip dari situs resmi Jakarta Islamic Center, MTKIA di bawah bimbingan Nyai Hj. Suryani memiliki pola pengajaran dan pendekatan yang berbeda dari para pengkaji kitab kuning yang lain. Biasanya, di dalam pengajian kitab kuning seorang murid hanya akan mendengarkan penjelasan dari guru

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+