KH. Khotib Umar adalah putra kedua dari 5 bersaudara. Beliau lahir pada tahun 1941 M. Ayahanda beliau adalah Kiai Umar, serta ibundanya adalah Ny, Shofiyah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Khotib Umar sosok ulama yang lahir di tengah keluarga dengan latar belakang pendidikan dan keagamaan yang kuat. Putra kedua dari lima bersaudara. Lahir pada tahun 1941 M, Ayahnya, Kyai Umar, adalah seorang ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sukowono, Jember. Ibunya, Ny. Shofiyah, turut berperan dalam membesarkan beliau dalam lingkungan yang religius dan mendukung pendidikan agama.
1.2 Wafat
KH. Khotib Umar wafat pada hari Ahad 8 Juni 2014 di RS Dr. Soebandi Jember sekitar jam 05.00 WIB Sore. Dalam tiga tahun mengalami gangguan pada jantungnya, hingga mengharuskannya keluar masuk rumah sakit.
Wafatnya menyisakan tangis duka yang mendalam kepada santri, masyarakat dan tokoh-tokoh besar NU yang turut menghadiri pemakamannya. Sosok yang patut jadi cermin dalam membesarkan dan menuangkan dakwah Aswaja kepada santri dan masyarakat nahdliyin dengan ikhlas dan tegas yang sejarah kebesaranya tetap terkenang hingga sekarang.
1.3 Riwayat Keluarga
Kyai Khotib Umar menikah dengan Ny. Khodijah, seorang wanita yang juga berasal dari keluarga yang taat beragama. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, yakni Ny. Mawadah dan Lr. Izzat Umar. Keluarga Kyai Khotib Umar dikenal sangat dekat dan mendukung satu sama lain dalam menjalankan misi dakwah dan pendidikan Islam.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, Kyai Khotib Umar dididik dalam lingkungan pesantren yang didirikan oleh ayahnya. Pendidikan formalnya dimulai di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, di mana beliau belajar langsung dari ayahnya, Kyai Umar, serta dari kakak iparnya, Kyai Arif, yang menikah dengan putri sulung Kyai Umar, Ny. Shofia. Pendidikan beliau sepenuhnya berlangsung di dalam lingkungan pesantren tersebut, yang memperkuat fondasi keilmuan dan spiritualitasnya.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Umar
2. Kyai Arif
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Setelah wafatnya Kyai Umar pada tahun 1982, Kyai Khotib Umar mengambil alih kepemimpinan pesantren dan menjadi pengasuh hingga tahun 2014. Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Raudlatul Ulum terus berkembang dan melahirkan banyak ulama serta pemimpin yang berperan penting dalam masyarakat.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Selain sebagai pengasuh beliau kerap dikenal sebagai tokoh yang akrab dan disegani oleh pembesar PBNU, terlebih oleh mantan Ketua PBNU seperti KH. Said Aqil Sirroj dan Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Beberapa pembesar Nahdlatul Ulama pernah tertangkap akrab dengan sosok Kyai Khotib Umar. Mantan ketua PBNU; KH. Said Aqil dan Gus Dur sangat menghormati beliau. Diketahui, KH. Said Aqil Siroj 3 kali sowan langsung ke beliau, bahkan Gus Dur tidak akan meninggalkan untuk berjumpa dengan Kyai Khotib Umar saat berkunjung ke Jember, beberapa k
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

