Seperti yang telah dijelaskan di awal, Kyai Ali Muchson lahir pada 10 November 1945, di Kampung Sambiroto, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ayah beiau biasa dipanggil di kalangan keluarganya dengan sebutan Eyang Ruslan Muhammad Danuri bin Eyang Marto. Sedangkan ibunya, biasa dipanggil dengan sapaan Mbah Nyai Danuri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Terjun ke Politik
3.2 Mendirikan Lembaga Pendidikan
3.3 Mendirikan Pesantren
4. Perjalanan Organisasi
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ali Muchson lahir pada tanggal 10 November 1945, di Kampung Sambiroto, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ayahnya biasa dipanggil di kalangan keluarganya dengan sebutan Eyang Ruslan Muhammad Danuri bin Eyang Marto. Sedangkan ibunya, biasa dipanggil dengan sapaan Mbah Nyai Danuri.
Sama seperti tanggal kelahirannya, yang biasa diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan tersebut, KH. Ali memiliki karakter pejuang yang gigih dan konsisten.
1.2 Riwayat Keluarga
Di tahun 1971 KH. Ali Muchson menikah dengan Nyai Muslichah (kemudian disebut sebagai Bu Ali), rekan seperjuangan dari masa IPNU-IPPNU, yang menemani KH. Ali hingga akhir hayat. “Waktu itu yang jadi saksi pernikahan yang hadir, salah satunya KH Ahmad Umar Abdul Mannan, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan,” terang Bu Ali.
Dari pernikahannya, KH. Ali dan Bu Ali diakruniai putra-putri, antara lain:
1. Ulfa Farida (menikah dengan Aris Budhi Hartono),
2. Aini Kholid (menikah dengan Siti Nurul Azkiyah),
3. Naila Rahmawati (menikah dengan Yudi Sugihartono),
4. Salma Dewi (menikah dengan Ahmad Adi Suryo).
1.2 Wafat
Di usianya yang memasuki 70 tahun, KH. Ali beberapa kali masuk ke Rumah Sakit (RS). Namun, meski dalam keadaan demikian, beliau masih istiqomah dalam mengajar para santri. Selain itu, beliau juga masih diminta untuk mengisi kegiatan pengajian di lingkup masyarakat sekitar.
Pada Kamis, 7 Januari 2021 pukul 16.00 WIB, KH. Ali Muchson berpulang ke Rahmatullah setelah sempat dirawat karena sakit di RSUD Pandanaran Boyolali. Jenazah KH. Ali kemudian dimakamkan esok harinya, di Kompleks Pemakaman Yosodipuro Pengging Banyudono Boyolali.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Kyai Ali kecil dibesarkan dan mendapatkan pendidikan dasar agama. Setelah lulus belajar sekolah tingkat dasar dan menengah pertama, beliau kemudian melanjutkan ke jenjang menengah atas di Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) dan lulus tahun 1968. Setelah itu, beliau meneruskan untuk kuliah di Perguruan Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (PTAINU) Surakarta.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Terjun ke Politik
Ketika masa kuliah, tepatnya pada tahun 1971, diselenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu). Pada Pemilu tersebut, Kyai Ali terpilih sebagai Anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali dari Partai Nahdlatul Ulama (NU).
Di masa KH. Ali menjadi Anggota DPRD, terlebih dari Partai NU, tentu banyak suka duka yang di alami. Menjadi pengurus partai oposisi di masa Orde Baru tersebut
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

