KH. Bajuri Yusuf dilahirkan di Lebak Sangkapura Pulau Bawean Gresik Jawa Timur pada 20 Maret 1950 dari pasangan Kiyai Yusuf Zuhri dengan Nyai Muthiyah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Menjadi Pengasuh Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Bajuri Yusuf dilahirkan di Lebak Sangkapura Pulau Bawean Gresik Jawa Timur pada 20 Maret 1950 dari pasangan Kiyai Yusuf Zuhri dengan Nyai Muthiyah.
1.2 Wafat
KH. Bajuri Jusuf, LIS., Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri, Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik telah berpulang ke rahmatullah, hari ini (rabu, 3 September 2014) di RSUD Dr. Soteomo Surabaya.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Bajuri Yusuf menikah dengan Nyai Faizah binti KH. Hilmi dari Desa Kebun Teluk Dalam Kecamatan Sangkapura (1981), dianugerahi 3 puteri dan 2putra. Yaitu:
- Fauziyah (alumni Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pesantren Al-Fatah Siman Lamongan)
- Ainun Barakah (alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan dan Dar al-Mustafa Yaman),
- Ulfatun Najihah (alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan)
- Mohamad Najahul Umam (alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan dan Dar al-Mustafa Yaman),
- Zah Faid (alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan). Saat ini Zah Faid masih studi di Universitas al-Ahqaf Yaman
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Ketika memasuki usia sekolah Kyai Bajuri kecil belajar di Sekolah Rakyat (SR) pada pagi hari sekaligus merangkap di MWB NU (Madrasah Wajib Belajar Nahdlatul Ulama) pada sore hari.
Pada tahun 1964/1965 beliau mendapat tugas belajar PPUPAN (Pendidikan Pengadilan Urusan Pengadilan Agama) ke Kediri dari Departemen Agama (Ikatan Dinas). Tugas belajar ini tidak sampai terselesaikan sebab segera meletus peristiwa G 30S/PKI tahun 1965. Akhirnya, Kyai Bajuri pindah ke Krapyak Yogyakarta tahun 1966 untuk meneruskan pendidikannya di Pesantren yang diasuh oleh Kyai Ali Ma'sum.
Setelah menamatkan sekolah formal di Pesantren tersebut, atas anjuran pengasuh, Kyai Bajuri melanjutkan pendidikan formalnya ke Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijogo. Kuliah itu dijalaninya dari Pesantren, sebab kala itu beliau sudah dilantik menjadi pengurus Pesantren dari tahun 1971-1975. Sayangnya sebelum dapat menamatkan kuliahnya ke doktoral II (Drs), tahun 1975 beliau pergi ke Timur Tengah tepatnya di Makkah al Mukarromah karena mendapatkan beasiswa belajar ke Darul Hadis.
Setelah kurang lebih 1 tahun 6 bulan, tepatnya tahun 1976, beliau mendapatkan panggilan belajar di salah satu Universitas ternama di kota Baghdad, yakni Perguruan Tinggi Imam al A'dham yang tahun 1979 dilebur dengan Universitas Baghdad. KH. Bajuri Yusuf kali ini kuliah di Fakultas Syariah. Setelah merampungkan kuliah sarjananya tahun 1980 dengan menyandang titel LISS
2.2 Guru-guru Beliau saat Menuntut Ilmu di antaranya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

