Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sultan Maulana Hasanuddin, Pendiri Kesultanan Banten
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sultan Maulana Hasanuddin, Pendiri Kesultanan Banten

1478 – 1570 M · 6.349 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sultan Maulana Hasanuddin adalah pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552-1570 Masehi. Selain sebagai sultan pertama Banten, Sultan Maulana Hasanuddin juga merupakan sosok pelopor sejarah syiar Islam di wilayah tersebut.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru Beliau

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menyiarkan Agama Islam
3.2  Mendirikan Kesultanan Banten

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Sultan Maulana Hasanuddin adalah pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552-1570 Masehi. Selain sebagai sultan pertama Banten, Sultan Maulana Hasanuddin juga merupakan sosok pelopor sejarah syiar Islam di wilayah tersebut.

Menurut The Sultanate of Banten (1990) karya Hasan Muarif Ambary dan Jacques Dumarçay, Sultan Maulana Hasanuddin memperoleh gelar Pangeran Sabakingkin atau Seda Kinkin. Pemberi gelar itu adalah kakeknya, yaitu Prabu Surosowan, Bupati Banten.

1.1 Lahir
Sultan Maulana Hasanuddin lahir pada tahun 1478 M. Beliau putra dari Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, penguasa Kesultanan Cirebon yang juga menjadi salah satu anggota Wali Songo, majelis penyebar Islam di Jawa pada era Kesultanan Demak.

Menurut Agus Sunyoto dalam Atlas Wali Songo (2012), pada suatu ketika Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dari Cirebon menempuh perjalanan ke barat menuju Banten. Di Banten, Sunan Gunung Jati berhasil mengajak bupatinya, Prabu Surosowan atau Ki Gedeng, beserta rakyatnya untuk memeluk Islam.

Sunan Gunung Jati kemudian menyunting putri Prabu Surosowan yang bernama Nyai Kawunganten. Perkawinan ini melahirkan anak perempuan dan anak laki-laki, yakni Ratu Winaon dan Pangeran Sabakingkin alias Sultan Maulana Hasanuddin.

1.2 Riyawat Keluarga
Sultan Maulana Hasanuddin menikah dengan Nyai Ayu Kirana, dari pernikahannya dengan Nyai Ayu Kirana dikaruniai anak di antarnya:

  1. Ratu Pembayun,
  2. Maulana Yusuf dari Banten,
  3. Pangeran Sunyararas dari Tanara,
  4. Waliyuddin dari Banten (Pangeran Jaga Laut),
  5. Pangeran Pringgalaya,
  6. Ratu Agung/Ratu Kumadaragi,
  7. Pangeran Maulana Maghrib,
  8. Ratu Ayu Arsanengah.

1.3 Wafat
Sultan Maulana Hasanuddin memimpin kesultanan Banten hingga wafatnya pada tahun 1570 M dan dimakamkan di Masjid Agung Banten. Beliau juga dikenal sebagai Pangeran Surosowan karena telah mendirikan Keraton Surosowan.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Setelah Prabu Surosowan wafat, posisi pemimpin Banten dilanjutkan oleh putranya yang bernama Pangeran Arya Surajaya atau Prabu Pucuk Umun, yang juga paman dari Pangeran Sabakingkin alias Sultan Maulana Hasanuddin. Sunan Gunung Jati kemudian kembali ke Cirebon.

2.1 Pendidikan
Sedangkan Pangeran Sabakingkin berkelana untuk memperdalam ilmu dan ajaran keislamannya. Adapun Prabu Pucuk Umun adalah pemeluk ajaran Sunda Wiwitan. Suatu ketika, Pangeran Sabakingkin atau Sultan Maulana Hasanuddin menghadap ayahnya di Cirebon. Beliau kemudian diberi mandat untuk menyebarkan Islam yang lebih luas ke tanah Banten dan sekitarnya.

2.2 Guru Beliau
Syarif

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+