Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Nur Khotib, Pengasuh Pesantren Daris Sulaimaniyyah Trenggalek
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Nur Khotib, Pengasuh Pesantren Daris Sulaimaniyyah Trenggalek

lahir 1951 M · 4.290 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Nur Khotib Trenggalek, Beliau lahir pada tanggal 3 Agustus 1951 di Desa Kamulan. Beliau adalah putra ke-6 dari pasangan KH. Abdul Rohim dan Ibu Nyai Amilah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
Beliau lahir pada tanggal 3 Agustus 1951 di Desa Kamulan, merupakan putra ke-6 dari pasangan KH. Abdul Rohim dan Ibu Nyai Amilah.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Nur Khotib menikah dengan seorang wanita sholeh berasal dari Kalimantan yang bernama Nyai Hj. Syufiyah dan dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Dan tidak heran jika setelah beliau dewasa semakin gemar menuntut ilmu, hal ini disebabkan oleh didikan Ayah beliau yang sangat tegas dan penuh kedisiplinan tinggi. Sehingga beliau tumbuh sebagai penerus perjuangan leluhurnya, yakni mengibarkan syariat-syariat Islam.

Selain bimbingan dari Ayah beliau, Romo Kyaipun mendalami ilmu-ilmu agama di berbagai pondok pesantren, salah satunya adalah di Pondok Pesantren Hidayatul Thulab yang saat itu diasuh oleh KH. Mahmud Ikhsan dan KH. Jumadi Nafi'i dan karena kecerdasan beliau, beliau disuruh ke jenjang yang lebih tinggi (pada waktu kelas 1 tidak naik ke kelas 2 akan tetapi langsung ke kelas 3 selepas pendidikannya di Pondok Pesantren Hidayatul Thulab, beliau meneruskan mondok (menimba imu dipesantren jawa-red) di Pondok Pesatren Tumpeng Lumajang di bawah bimbingan KH. Abdul Mazit selama kurang lebih 7,5 tahun.

2.2 Guru-Guru beliau saat menuntut ilmu di antaranya:

  1. KH. Abdul Rohim
  2. KH. Mahmud Ikhsan
  3. KH. Jumadi Nafi'i
  4. KH. Abdul Mazit

2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Masa Perjuangan kira-kira tahun 1983, beliau mulai berjuang demi kemajuan pesantren bersama Romo KH. Mashuri di Pondok Pesantren “Darul Istiqomah”. Mereka berdua bersama-sama membangun pesantren, baik pembangunan di bidang rohani maupun jamani. Di bidang jasmani berhasil dibangunnya asrama dan berbagai fasilitas lain.

Romo KH. Nur Khotib juga berhasil mendirikan pondok putri dan TPQ yang kesemuaannya berlantai dua. Dan dibidang rohani, beliau juga yang pertama kalimembacakan dan mengajarkan kitab Alfiyyah Ibnu Malik. Meski saat itu yang sampai ke jenjang Alfiyyah masih sedikit, namun dengan sabar beliau tetap mengajarkan dan mencurahkan segala kemampuan kepada santri-santrinya.

Sehingga harapan beliau untuk mencetak orang-orang yang mumpuni khususnya dalam bidang Alfiyyah bisa terkabul. Dibuktikan dengan diajarkannya kitab Alfiyyah hingga saat ini. Pada tahun 1985 Romo KH. Nur Khotib membacakan kitab Ihya Ulumuddin dan kitab tersebut me

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+