Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni, Mufassir dengan 10 Karya Tafsir
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni, Mufassir dengan 10 Karya Tafsir

1930 – 2021 M · 5.359 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Karena kiprahnya di dunia pendidikan Islam, di tahun 2007, panitia penyelenggara Dubai International Qur’an Award menetapkan Syekh Ali Ash-Shabuni sebagai Personaliti of The Muslim World.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Dosen Pengajar
3.2  Aktif di Organisasi

4.    Penghargaan
5.    Karya-Karya
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir
Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ali bin Jamil Ash-Shabuni, lahir di Kota Aleppo, Suriah, pada tahun 1930 M, namun beberapa sumber lainnya menyebutkan pada tahun 1928 M.

1.2 Wafat
Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni wafat di Kota Yalova, dekat Istanbul, pada hari Jumat 6 Sya’ban 1442 H/19 Maret 2021 M, dimakamkan persis di sebelah makam Nejmettin Erbakan, Perdana Menteri Turki periode 1996-1997, yang juga merupakan sahabatnya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Syekh Ali Ash-Shabuni dibesarkan di tengah-tengah keluarga terpelajar. Ayahnya, Syekh Jamil merupakan salah satu ulama ternama di Aleppo. Beberapa sumber menyatakan bahwa ayahnya adalah orang pertama yang membimbingnya baik di pendidikan dasar dan formal, terutama mengenai bahasa Arab, ilmu waris dan ilmu agama.

Syekh Ali Ash-Shabuni sejak kanak-kanak sudah memperlihatkan bakat dan kecerdasan dalam menyerap berbagai illmu agama, hal ini terbukti dengan berhasil beliau menghafal Al-Qur'an di usia yang masih sangat belia.

Syekh Ali Ash-Shabuni juga pernah berguru kepada sejumlah ulama terkemuka di Aleppo. Mereka di antaranya: Syekh Muhammad Najib Sirajuddin, Syekh Ahmad Al-Shama, Syekh Muhammad Sa’id Al-Idlibi, Syekh Muhammad Raghib Al-Tabbakh, dan Syekh Muhammad Najib Khayatah.

Beliau juga kerap mengikuti kajian-kajian para ulama lainnya yang biasa diselenggarakan di berbagai masjid. Setelah menyelesaikan studinya di bangku sekolah dasar, Syekh Ali Ash-Shabuni melanjutkan pendidikan formalnya ke sekolah milik pemerintah, Madrasah Al-Tijariyya.

Di sana beliau hanya mengenyam pendidikan selama satu tahun, hal itu dikarenakan beliau tidak setuju akan kecenderungan ilmiah sekolah itu dalam mengajarkan perdagangan dengan sistem ribawi yang terjadi di bank. Selanjutnya beliau meneruskan ke sekolah khusus Syariah, Khasrawiyya yang berada di Aleppo.

Di Khasrawiyya Ash-Shabuni tidak hanya mempelajari bidang ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, fiqih, hadis, dan lain sebagainya, akan tetapi juga mata pelajaran umum. beliau berhasil menyelesaikan pendidikan di Khasrawiyya dan lulus pada tahun 1949 M.

Syekh Ali Ash-Shabuni melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, hingga mendapat gelar Lc dari fakultas Syariah pada tahun 1952 M. Tidak berhenti di situ, beliau pun melanjutkan ke pasca sarjana dan lulus pada tahun 1954 M, dengan mendapat gelar Magister pada konsentrasi peradilan Syariah (Qudha As- Sar’iyyah). Seluruh studinya di Mesir merupakan beasiswa dari Departemen Wakaf Suriah.

2.2 Guru-Guru
1. Syekh Jamil (ayah),
2. Syekh Muhammad Najib Sirajuddin,
3. Syekh Ahmad Al-Shama,
4. Syekh Muhammad Sa’id Al-Idlibi,
5. Syekh Muhammad Raghib A

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+