Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Wasyid bin Muhammad Abbas, Pahlawan Geger Cilegon
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Wasyid bin Muhammad Abbas, Pahlawan Geger Cilegon

1843 – 1888 M · 6.300 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Gerakan KH. Wasyid dalam perang tersebut banyak dipengaruhi oleh pemikiran guru-gurunya, Syekh Nawawi Al-Bantani dan Syekh Abdul Karim Al-Bantani, seorang mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendiidkan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Dakwah di Masyarakat
3.2  Menyusun Strategi Perlawanan
3.3  Melawan Penjajah

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Wasyid bin Muhammad Abbas (lahir dengan nama Qosyid) atau yang akrab dengan sapaan Ki Wasyid. Lahir sekitar tahun 1843 M. merupakan putra tunggal dari pasangan KH. Muhammad Abbas dan Nyai Hj. Johariah. Kyai Wasyid kecil tumbuh di tempat pengasingan karena ayahnya sering mengajak keluarganya berpindah-pindah tempat untuk menghindar dari kejaran tentara Belanda.

Dari garis keturunan ayah dan ibunya, beliau merupakan keturunan seorang pejuang, yaitu KH. Mas Jong. Silsilah lengkapnya: KH. Wasyid bin KH. Muhammad Abbas bin KH. Qoshdu bin KH. Jauhari bin KH. Mas Jong.

KH. Mas Jong merupakan tangan kanan Prabu Pucuk Umun, Raja Padjajaran. Setelah kekalahan Kerajaan Sunda oleh Kesultanan Banten, beliau kemudian masuk Islam dan menjadi pengikut sebagai orang kepercayaan Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten Pertama.

1.2 Riyawat Keluarga
KH. Wasyid menikah dengan Nyai Atikah, gadis asal Beji, Cilegon. Dari pernikahannya, beliau dikarunia dua anak yakni:

  1. Kyai Muhammad Yasin,
  2. Nyai Siti Hajar.

Nyai Siti Hajar menikah dengan Kyai Alwi dan memiliki seorang anak bernama Kyai Syam'un yang merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Pendiri Al-Khairiyah Citangkil, dan Bupati Serang periode 1945-1949 M.

1.3 Wafat
KH. Wasyid gugur dalam medan pertempuran melawan penjajah Belanda pada tanggal 30 Juli 1888 M dan dimakamkan di Cilegon, Banten.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Wasyid memperoleh pendidikan pertamanya seperti ilmu agama dasar dari ayahnya, KH. Muhammad Abbas yang juga seorang pejuang dan guru agama. beliau juga pernah berguru kepada KH. Wakhia, teman ayahnya yang memimpin Perang Gudang Batu di Serang. Beliau kemudian menempuh pendidikan ke pesantren-pesantren lokal di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Setelah memperoleh pendidikan di pesantren lokal, KH. Wasyid kemudian memperdalam ilmu agamanya di Makkah sambil menunaikan ibadah haji. Di Tanah Suci beliau berguru kepada Syekh Nawawi Al-Bantani.

2.2 Guru-Guru

  1. KH. Muhammad Abbas (ayah),
  2. KH. Wakhia,
  3. Syekh Nawawi Al-Bantani,
  4. Syekh Abdul Karim Al-Bantani.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Dakwah di Masyarakat
Sekembalinya dari Makkah, KH. Wasyid banyak melakukan perjalanan dari kampung ke kampung memenuhi undangan penduduk untuk berdakwah. Selain melakukan perjalanan dakwah beliau juga mengajar di pesantrennya di Kampung Beji, Cilegon.

Tiga pokok ajaran yang diajarkan kepada santrinya adalah tentang Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf. Bersama kawan seperjuangannya, KH. Abdurahman, KH. Akib, Haji Haris

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+