KH. Munawwar As’ad, dilahirkan di desa Laju Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pada tahun 1888M. Ayahnya bernama KH. As’ad dan ibu kandungnya bernama Hj. Akhimah. Pendiri Pesantren Mansya'ul Huda, Tuban
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pondok Pesantren
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya-karya Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Munawwar As’ad, dilahirkan di desa Laju Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pada tahun 1888M. Ayahnya bernama KH. As’ad dan ibu kandungnya bernama Hj. Akhimah. Ayahnya seorang tokoh agama yang disegani khususnya di desa Laju Singgahan Tuban. Karena itu tidak mengherankan dengan adanya Sebagai salah satu putra dari pemuka agama di desa Laju pada saat itu, sudah sewajarnya bila Munawwar mendapatkan pendidikan agama yang intensif dalam lingkungan keluarganya sebagai pondasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada masa-masa selanjutnya.
1.2 Wafat
KH. Munawwar wafat pada tahun 1972 M
1.3 Riwayat Keluarga
Setelah lulus dari pesantren Zamsaren Solo,beliau langsung pulang ke kampung halaman dan dinikahkan dengan seorang putri kyai terkaya di daerah Senori yang benama KH. Nur Syahid, dari pernikahan itu dianugerahi beberapa anak sholeh.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Kesadaran keluarga Munawwar akan pentingnya pendidikan mengantarkannya saat kecil mulai menyelami dunia akademik secara formal dan non-formal, pendidikan yang ditempuh Munawwar dimulai dari belajar pendidikan agama seperti mengaji Al-Qur’an di ayahnya sendiri yang pada waktu itu ayahnya menjadi kiai terpandang di desa Laju Singgahan, disamping itu juga beliau belajar pendidikan umum di sekolah Rakyat (SR) disekolah ini ia selalu mendapatkan ranking teratas, dimana lembaga pendidikan ini terletak di desa Laju Singgahan Tuban.
Disamping belajar di bangku sekolah umum, sebagaimana layaknya anak desa, juga belajar ngaji (ilmu ngaji) di Masjid. Yang merupakan salah satu tempat dimana para anak-anak desa juga memperoleh ilmu-ilmu agama Islam. Pendidikan ini berjalan sampai ia tamat di bangku Sekolah Rakyat, setelah tamat dari SR beliau melanjutkan pendidikan ke pesantren di daerah Sarang Rembang Jawa Tengah selama 10 tahun, di pesantren MUS beliau memperdalam ilmu agama Islam kepada KH. Umar. Dipondok pesantren ini juga beliau mempelajari berbagai macam kitab klasik, diantaranya ilmu Nahwu, Sharaf, ilmu Hadist dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya.
Selama menuntut ilmu di pesantren tersebut Munawwar pernah menjadi ketua pondok serta pengurus pondok pesantren tersebut dengan cukup lama dan sosok guru yang menjadi panutan serta yang dikaguminya adalah KH. Umar. Selama dalam menuntut ilmu Munawwar As’ad (sapaan akrab beliau) sering bertirakat, karena beliau dapat pesan dari kedua orang tuanya bahwa kalau menuntut ilmu harus di iringi dengan bertirakat agar berhasil dan mendapat barakah dari ilmu itu untuk masyarakat.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

