Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Semarang
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Semarang

1950 – 2013 M · 10.774 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid atau yang akrab dengan sapaan Abah Syekh merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara, yang lahir pada tanggal 6 juni 1950 di Sokaraja tengah, Banyumas, Jawa Tengah, dari pasangan Kyai Mudatsir Zuhri dan Sukarni.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Dekat dengan Ulama

4.    Karomah
5.    Mencintai Budaya Indonesia
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid atau yang akrab dengan sapaan Abah Syekh merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara, yang lahir pada tanggal 6 Juni 1950 di Sokaraja tengah, Banyumas, Jawa Tengah, dari pasangan Kyai Mudatsir Zuhri dan Sukarni.

Dalam silsilah keluarga besar Abah disebutkan bahwa Ayahandanya adalah adik kandung Prof. KH. Saifuddin Zuhri yang merupakan mantan Menteri Agama semasa Presiden Soekarno berkuasa. Walaupun Abah mempunyai nasab mulia, namun beliau tidak begitu suka bila ada orang yang mengagungkan dan mengunggulkan nasabnya.

Ayahanda beliau selain seorang priyayi juga kyai, yakni KH. Mudatsir Zuhri, walaupun sederhana tapi terkenal kejujurannya dalam menunaikan tugas sebagai pegawai negeri sipil. Ayahanda beliau selalu mengingatkan agar, "eling pedangane", "eling purwaduksine", yang artinya ingat dapur kita, ingat dari mana kita berasal, karena dengan begitu akan mencegah untuk bersikap arogan, sombong dan manja.

Sedangkan Ibunda beliau, yakni Nyai Sukarni, sosok istri yang patuh dan figur yang amat memperhatikan pendidikan putra-putrinya, pandai berbahasa asing seperti bahasa Belanda dan Jepang, serta mahir bahasa Padang. Melalui Ibu, beliau belajar segala sesuatu tentang kewanitaan.

Tidak mengherankan, bila beliau paham betul tentang menyulam, menjahit, sanggul hingga memasak, bahkan tata cara makan dengan berbagai macam sendok, garpu dan pisau yang pada waktu itu hanya orang kaya dan orang yang suka meniru kehidupan ala Belanda saja yang memahaminya. Ibundanya juga pernah bekerja menjadi maklar di pegadaian, karena etos kerjanya yang tinggi menjadikannya sukses.

1.2 Riwayat Keluarga
Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid menikah dengan Nyai Hj. Faizzah Saiful Anwar. Setelah menikah Abah bersama istri tercinta hijrah ke Semarang tepatnya pada tahun 1971. Bersama Ibu Nyai, beliau mengontrak pada bapak Saman di Jalan Badak Semarang. Kamar kontrakan relatif sempit suasana natural lebih terasa karena kamar kontrakan yang ditempatinya dekat kandang ayam.

Abah juga pernah bersama Istri waktu itu tidur di pos ronda. Bapak Murtadi, Bapak Munawir, dan Bapak Juwahir adalah saksi bahwa Abah bersama Istri waktu itu tidur di pos ronda tersebut. Setahun kemudian, yaitu di tahun 1972 barulah Abah aktif bekerja Depag Provinsi Jawa Tengah. Setelah berapa tahun tinggal di Semarang, pada tahun 1979 Abah menempati rumah di Perumahan Ketileng tepatnya di Jl. Ketileng Indah III/6 Sendang Mulyo, Semarang.

1.3 Wafat
Abah Syekh Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid wafat pada hari Selasa, 11 Februari 2013/2 Rabi’ul Akhir 1434 H.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Abah kecil mulai mas

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+