KH. Nurcholis Misbah atau lebih dikenal dengan panggilan “Cak Nur” lahir pada tanggal 15 Agustus 1959 di Sumbersari, Kediri. Ayahnya bernama Misbah. Awalnya nama beliau hanya Nurcholis yang artinya cahaya yang bersih.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Nurcholis Misbah atau lebih dikenal dengan panggilan “Cak Nur” lahir pada tanggal 15 Agustus 1959 di Sumbersari, Kediri. Ayahnya bernama Misbah. Awalnya nama beliau hanya Nurcholis yang artinya cahaya yang bersih. Namun karena banyaknya orang yang juga menggunakan nama itu, akhirnya untuk membedakannya beliau mencantumkan nama ayahnya di belakang namanya.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Nurcholis Misbah menikah dengan seorang wanita sholehah bernama Rif‟atul Mahmudah, dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Masa keciln beliau habiskan di Kediri, selama disana beliau menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Kedungsari. Kemudian saat malam hari, beliau belajar mengaji disebuah masjid dekat rumahnya, yaitu masjid milik Kyai Mughni. Di sana beliau belajar mengenai huruf-huruf arab, cara membaca dan menulis Al-Qur'an dengan benar, tajwid dan bacaan-bacaan shalat.
Semua pelajaran beliau ikuti dengan baik, tetapi hanya satu pelajaran yang sulit beliau ikuti yaitu hafalan. Karena tidak bisa menghafal doa qunut, beliau harus turun tingkat, kembali mengikuti ngaji dari awal lagi. Lalu beliau pindah ngaji ke masjid gupit, tempatnya lumayan jauh dari rumah, letaknya di ujung desa.
Kemudian setelah lulus dari SD, beliau pindah ke Jombang. Di sana beliau tinggal di sebuah desa yang dikelilingi dengan pesantren, di sebelah timur ada Darul Ulum Rejoso, di sebelah barat ada Mambaul Ulum Den Anyar, di sebelah utara ada Tambak Beras dan di selatan ada Tebuireng. Selama empat tahun tinggal di Jombang, beliau bersekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA) Kauman Utara dan ketika sore hari pergi menimba ilmu di Madrasah Diniyah Tambak Beras. Disana beliau mempelajari Fiqh (Fathul Qorib), Nahwu (Imrithi) dan Sejarah (Khulasoh Nurul Yaqin).
Kemudian beliau masuk ke sebuah pesantren di Kediri, yaitu Pesantren Al-Hikmah, Purwoasri. Pada awalnya beliau tidak terbiasa dengan hidup seorang santri. Saat menjadi santri beliau termasuk anak yang nakal, jarang mengikuti ngaji, sering dimarahi kyai, dan suka berkelahi. Selama dua setengah tahun beliau menghabiskan waktunya untuk nyantri di sana. Kemudian setelah lulus, beliau melanjutkan kuliah ke Yogyakarta. Kurang lebih sekitar 5 tahun beliau tinggal di Yogyakarta.
2.2 Guru-Guru:
- Kyai Mughni
- KH. Badrus Sholih Arief
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak
- Ustadzah Zanuba (Anak)
- Ustad Fahrizal Ishaq (Anak Menantu)
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
KH. Nurcholis Misbah hijrah ke Desa Junwangi dan mulai merintis lagi d
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

