Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Sholeh Iskandar, Pendiri Pesantren Pertanian Darul Fallah Bogor
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Sholeh Iskandar, Pendiri Pesantren Pertanian Darul Fallah Bogor

1922 – 1992 M · 3.995 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Sholeh Iskandar lahir di Bogor pada tanggal 22 juni 1922 dari pasangan H. Muhammad Arif Marsa dan Hj. Atun Halimah yang menetap di Kampung Gunung Handeuleum, Desa Situ Udik Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Sholeh Iskandar lahir di Bogor pada tanggal 22 Juni 1922 dari pasangan H. Muhammad Arif Marsa dan Hj. Atun Halimah yang menetap di Kampung Gunung Handeuleum, Desa Situ Udik Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Sholeh Iskandar menikah dengan wanita sholehah bernama Rohani dari pernikahan itu dikaruniai delapan orang anak.

1.3 Wafat
KH. Sholeh Iskandar berpulang ke Rahmatullahi pada tanggal 22 April 1992.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Ketika masih kecil beliau sekolah di Sekolah Rakyat Warung Saptu Kecamatan Cibungbulang hanya sampai kelas II, kemudian melanjutkan belajar di Pesantren Cengkudu Baros Kabupaten Serang, di bawah bimbingan KH. Shodiq, kemudian melanjutkan pendidikan pesantren di Cantayan Sukabumi yang berguru kepada Ajengan Sanusi, KH. Nachrowi, dan KH. Damanhuri.

Pendidikan selanjutnya, dalam Kyai Sholeh Iskadnar mondok di Pondok Cengkudu di Kecamatan Baros. Di masa kecilnya, KH. Sholeh Iskandar bercita-cita ingin menjadi pemimpin agama, yakni penduduknya beragama Islam dan menjalankan syariat Islam dengan baik. KH. Sholeh Iskandar setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya kemudian diasuh oleh saudara kandungnya yaitu H. Achmad Chotib, beserta saudara-saudara lainnyanya.

Ayahnya Haji Muhammad Arief lebih memilih untuk menyekolahkan putranya itu ke pesantren ketimbang meneruskan sekolah formal. Beliau mulai menekuni ilmu agama sejak masih berusia 11 tahun. Dan belajar di Pondok Pesantren Cengkudu di Baros. Kesederhanaan membuatnya sadar diri dengan kehidupan yang dijalani saat itu, kemandirian serta keuletan yang membuatnya memiliki banyak bakat. Bakat itu sudah terlihat semenjak KH. Sholeh Iskandar masuk Pesantren cengkudu.

Hal ini membuat teman-temannya mengakui bahwa KH. Sholeh Iskandar adalah orang yang cerdas, selain itu juga KH. Sholeh Iskandar pandai bergaul dan bersosialisasi di lingkungannya, tak heran jika saat dewasa KH. Sholeh Iskandar mampu menggapai semua harapannya. Dalam belajarpun sangat pandai dan rajin, bahkan KH. Sholeh Iskandar mampu mengulang-gulang pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya, baik pelajaran formal maupaun non formal.

2.2 Guru-Guru
1. H. Mochammad Arif
2. KH. Shodiq
3. Ajengan Sanusi
4. KH. Nachrowi
5. KH. Damanhuri

3. Penerus Perjuangan
3.1  Anak-anak

1. Dedi Iskandar
2. Didi Hilman
3. Didah Jamilah
4. Ida Farida
5. Dadang
6. H. Arif
7. Siti Zuhro
8. Dedi Zainal Abidin

4. Perjala

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+