18 Dec 2024 Β· 1.891 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - “Syi’ir Tanpo Waton” yang dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa, merupakan karya sastra berbentuk syi’ir yang sarat nilai-nilai agama dan moralitas. Syi’ir ini pertama kali digubah oleh Gus Nizam dari Sidoarjo pada tahun 1987. Namun, di kemudian hari syi’ir menjadi sangat populer setelah wafatnya KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sosok ulama, cendekiawan, dan presiden keempat Indonesia. Pasalnya, rekaman suara yang melantunkan syi’ir tersebut terasa mirip dengan suara Gus Dur. Padahal, setelah dikonfirmasi ternyata suara tersebut adalah suara Gus Nizam, yang tidak lain adalah sang penggubah syi’iran yang sarat makna itu.
Kontroversi mengenai pencipta syi’ir ini, meskipun menarik perhatian, tidak mengurangi kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Di samping Gus Nizam juga merasa bersyukur kalau syi’irnya dapat menginspirasi banyak orang, meski hal itu diasosiasikan pada sosok Gus Dur.
Pada akhirnya, Syi’ir Tanpo Waton tetap menjadi media dakwah yang mengaja
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+