23 Jan 2025 · 873 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Kemarahan adalah bagian dari sifat manusia. Namun, dalam keterangan yang mendalam dari Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, beliau mengingatkan bahwa marah bukanlah sesuatu yang remeh. Ia adalah percikan api yang, jika tidak dikendalikan, bisa menjadi bencana besar bagi hati dan jiwa. Api ini, kata beliau, diambil dari api Allah yang menyala-nyala, yang dengan cepat membakar hati dan menyalakan sifat-sifat buruk lainnya seperti dendam dan iri hati.
Imam Ghazali mengatakan:
فإن الْغَضَبَ شُعْلَةُ نَارٍ اقْتُبِسَتْ مِنْ نَارِ اللَّهِ الموقدة التي تطلع على الْأَفْئِدَةَ وَإِنَّهَا لَمُسْتَكِنَّةٌ فِي طَيِّ الْفُؤَادِ اسْتِكْنَانَ الجمر تحت الرماد ويستخرجه الْكِبْرُ الدَّفِينُ فِي قَلْبِ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ كَاسْتِخْرَاجِ الْحَجَرِ النَّارَ مِنَ الْحَدِيدِ
“Sesungguhnya marah adalah percikan api yang diambil dari api Allah yang menyala-nyala, yang membakar hati. Ia tersembunyi dalam lubuk hati, sebagaimana bara tersembunyi di bawah abu. Marah itu muncul karena kesombongan yang terpendam di hati set
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+