18 Mar 2025 · 913 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - KH. Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, adalah sosok ulama, pemikir, dan negarawan yang pemikirannya terus relevan hingga hari ini. Sebagai mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden ke-4 Indonesia, ia dikenal karena pemikirannya yang luas, progresif, dan humanis. Gus Dur selalu menekankan pentingnya keterbukaan dalam beragama, keadilan sosial, serta hubungan harmonis antara Islam dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia tidak sekadar berbicara tentang bagaimana umat Islam mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana mereka harus menafsirkan kembali warisan Islam agar tetap relevan dengan zaman.
Dalam salah satu refleksinya, Gus Dur menegaskan bahwa kaum muslimin masa kini tidak dituntut untuk menciptakan kembali kejayaan masa lalu, seperti mendirikan mazhab baru dalam fiqh atau menciptakan karya sastra besar. Sebaliknya, tugas mereka jauh lebih berat: menafsirkan, menerapkan, dan memperbarui warisan peradaban Islam dalam konteks modern. Tantangan terbesar umat Islam saat ini bukanlah sekadar mengulang sejarah, tetapi bagaimana mereka bisa m
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+