Ketika Adab Ditinggalkan: Tragedi Guru dan Krisis Ta’dzim
Laduni.ID, Jakarta - Kasus pengeroyokan Pak Agus, guru SMK di Jambi, oleh siswanya sendiri bukan hanya tragedi kemanusiaan dan pendidikan, tetapi juga peringatan keras tentang runtuhnya adab. Dalam kacamata Islam, peristiwa ini jauh lebih dalam dari sekadar kenakalan remaja. Tragedi tersebut menyentuh jantung nilai yang selama berabad-abad menjadi fondasi peradaban: ta’dhim (penghormatan) kepada guru.
Kemarahan dan kesedihan tentu wajar muncul di ruang publik. Namun Islam mengajarkan bahwa musibah sosial semacam ini harus dibaca sebagai tanda (ayat) untuk melakukan muhasabah kolektif, bukan sekadar meluapkan emosi sesaat.
Dalam tradisi Islam, guru bukan profesi biasa. Seorang pendidik merupakan bagian dari mata rantai risalah kenabian. Nabi Muhammad SAW bersabda:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp149.000
Rp119.000
Rp405.000
Rp184.000
Memuat Komentar ...