Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · AD & ART Menjadi Landasan Konstitusional Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
✓ Terverifikasi Tim Riset

AD & ART Menjadi Landasan Konstitusional Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

144 kali dibaca · Profil Nahdlatul Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) hasil Keputusan Muktamar ke-34 di Lampung menjadi rujukan utama seluruh tahapan penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) Hasil Keputusan Muktamar ke-34 di Lampung menjadi rujukan utama seluruh tahapan penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama. Mulai dari penetapan peserta yang memiliki hak suara, tata tertib persidangan, mekanisme pembahasan komisi, hingga proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seluruhnya dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam AD & ART yang masih berlaku.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang diselenggarakan sebelum Muktamar juga berfungsi menyiapkan berbagai materi strategis yang akan dibahas dalam sidang-sidang Muktamar. Hasil Munas dan Konbes menjadi bahan pertimbangan bagi peserta Muktamar dalam mengevaluasi pelaksanaan organisasi selama satu masa khidmah, sekaligus merumuskan kebijakan yang akan menentukan arah perjalanan Nahdlatul Ulama pada periode berikutnya.

Dalam perspektif organisasi, AD & ART tidak hanya mengatur tata kelola internal, tetapi juga menjadi instrumen yang menjamin setiap keputusan Muktamar memiliki legitimasi konstitusional. Oleh karena itu, apabila muncul usulan penyempurnaan pasal-pasal Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga, pembahasannya harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam forum resmi Muktamar. Dengan mekanisme tersebut, perubahan yang dihasilkan merupakan keputusan kolektif organisasi, bukan hasil kehendak perseorangan atau kelompok tertentu.

Muktamar ke-35 juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi implementasi AD & ART hasil Muktamar ke-34. Berbagai aspek seperti efektivitas tata kelola organisasi, penguatan kelembagaan, kaderisasi, optimalisasi peran lembaga dan badan otonom, hingga tata hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah diperkirakan menjadi bagian dari evaluasi organisasi. Apabila forum Muktamar memandang diperlukan adanya penyempurnaan, maka perubahan tersebut akan ditetapkan melalui mekanisme persidangan sesuai ketentuan organisasi.

Selain menjadi forum evaluasi, Muktamar ke-35 merupakan forum tertinggi yang memiliki kewenangan memilih kepemimpinan nasional Nahdlatul Ulama untuk masa khidmah berikutnya. Mekanisme pemilihan Rais Aam melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) serta pemilihan Ketua Umum PBNU tetap berpedoman pada aturan organisasi yang berlaku. Dengan demikian, AD & ART berfungsi sebagai konstitusi yang menjamin proses regenerasi kepemimpinan berlangsung secara tertib, transparan, dan sesuai prinsip musyawarah yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama.

Bagi warga Nahdliyin, Muktamar ke-35 bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan forum untuk memperkuat konsolidasi organisasi memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama. Karena itu, pemahaman terhadap AD & ART menjadi bekal penting bagi seluruh peserta agar setiap keputusan yang dihasilkan tetap berada dalam koridor konstitusi organisasi, menjaga kesinambungan perjuangan para muassis, serta menjawab tantangan umat, bangsa, dan dunia pada masa yang akan datang.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+