Konferensi Bumi Datar Digelar di Jakarta, Supaya Rakyat Cepat Paham

 
Konferensi Bumi Datar Digelar di Jakarta, Supaya Rakyat Cepat Paham

LADUNI.ID,INTERNASIONAL– Komunitas bumi datar Indonesia berencana menggelar Konferensi Bumi Datar Indonesia atau Indonesia Flat Earth Conference 2019. Pertemuan nasional komunitas ini bakal diselenggarakan pada Oktober 2019 di Jakarta. Konferensi Bumi Datar Indonesia merupakan yang pertama kali bakal diadakan oleh komunitas bumi datar di Indonesia.

Konferensi ini akan melibatkan dan dihadiri oleh anggota berbagai komunitas bumi datar di Indonesia. Setidaknya ada tiga komunitas bumi datar besar di Indonesia yakni Indonesia Flat Earth Research (IFER), Indonesia Flat Earth Society (IFES) dan Flat Earth 101.  

Chief Executive Officer dan Pendiri Indonesia Flat Earth Reserach (IFER) Wahidin Amir mengungkapkan, awalnya para pengurus komunitas bumi datar Indonesia memiliki tiga calon tempat penyelenggaraan konferensi yakni Bali, Surabaya dan Jakarta. Kemudian Jakarta sepakat dipilih sebagai lokasi konferensi. 

Wahidin menjelaskan, ada alasan Jakarta menjadi tuan rumah konferensi tersebut. Pertimbangannya efektivitas, yakni ternyata menurut database banyak anggota komunitas bumi datar yang bertempat tinggal di Pulau Jawa. Dengan pertimbangan ini, diharapkan anggota komunitas bisa datang ke lokasi konferensi dengan mudah dengan berbagai moda transportasi. 
"Terus yang lainnya, supaya bisa orang, media tahu dan bisa masuk (konferensi). Untuk memungkinkan orang mengetahui pemahaman bumi datar biar menjadi lebih cepat tahu," ujar Wahidin kepada VIVA, Selasa 29 Januari 2019.

Selain soal tempat, waktu pelaksanaan konferensi yang akan dilakukan pada Oktober 2019, juga punya pertimbangan khusus. 

Wahidin mengatakan, ketua panitia konferensi yang menjabat sebagai Ketua IFER Regional DKI Jakarta, Agung Sarwo Wibowo, saat ini sedang tugas kerja berlayar di luar negeri, yakni di daerah paling selatan muka bumi yang merupakan wilayah Ushuaia, Tierra Del Guego, Argentina. Jarak Ushuaia dengan Antartika, yakni 1000 kilometer.

Mengingat ketua panitia sedang bertugas kerja, dan bakal kembali ke Indonesia pada September 2019, maka komunitas sepakat konferensi diselenggarakan pada Oktober 2019. 
Untuk menyiapkan konferensi tersebut, Wahidin mengatakan komunitas sedang menggodok konsep penggalangan dana, apakah melalui offline atau online. Sampai saat ini belum disepakati bagaimana bentuk penggalangan dana untuk konferensi. 

Format dan kegiatan dalam konferensi ini juga belum ditentukan. Semua masih dalam tahap musyawarah antar anggota komunitas. 
"Apakah nantinya sekadar seminar atau seperti apa (belum), nanti dibahas di pertemuan kedua," ujarnya. 
Rencananya komunitas bumi datar akan menggelar rapat koordinasi selanjutnya pada 16 Februari 2019 di Jakarta. 

Sumber : viva