Jika Enggan Minta Maaf, Fadli Zon Bakal Dipolisikan

 
Jika Enggan Minta Maaf, Fadli Zon Bakal Dipolisikan

LADUNI.id, Surabaya - Jaringan Santri Nusantara (JSN) mengaku akan melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke kepolisian terkait puisinya 'Doa yang tertukar' jika tak meminta maaf langsung ke tokoh Nahdlatul Ulama Maimoen Zubair. 

Hal tersebut terungkap dalam aksi unjuk rasa puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai JSN, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/2) sore. 

"Kami sudah melakukan dengan teman-teman jaringan santri, juga konsolidasi, setelah aksi ini, besok (Fadli Zon) segera akan kita laporkan bisa lewat polda, polres, atau di Mabes Polri," kata Koordinator JSN Ahmad Jazuli. 

Lewat aksi itu, para santri juga meminta aparat yang berwenang untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Mereka juga meminta kepolisian agar menegakkan hukum seadil-adilnya. 

Dalam aksi itu, para santri yang mengenakan busana muslim, kemeja berwarna putih lengkap dengan peci dan sarung ini, juga membentangkan sejumlah poster serta spanduk bernada kecaman terhadap Fadli Zon. 

"Mulutmu Harimaumu, Fadli Zon! Tenggelamkan Fadli Zon! Fadli Zon full of shi*! ," tulis mereka dalam poster tersebut. 

Para santri juga mendesak agar Fadli meminta dan memohon maaf secara langsung, dengan mendatangi kediaman Kiai Maimoen, di Rembang, Jawa Tengah. 

"Kami mendesak Fadli Zon untuk meminta maaf dengan datang ke rumah Kiai Maimoen, bukan hanya di depan media," ucapnya. 

Meski Fadli Zon diketahui telah mengklarifikasi bahwa puisi itu tak ditujukannya kepada Kiai Maimoen, Jazuli, hal itu tetap saja tak bisa diterima oleh para santri. 

Alasannya, puisi yang ditulis oleh Wakil Ketua DPR RI itu mempunyai makna yang bersayap. Para santri, kata dia, juga telah sampai pada kesimpulan bahwa Fadli memiliki itikad buruk terhadap sang kiai. 

"Dari makna puisi itu sudah jelas, puisi itu memiliki makna yang bersayap, dan kita tahu betul puisi itu betul-betul ditujukan kepada Kiai Maimoen," ujarnya. 

Fadli, kata dia juga telah merendahkan marwah kiai dan ini merupakan contoh buruk yang dilakukan oleh tokoh publik. 

Ia juga mengklaim para santri tak akan memilih Partai Gerindra dan calon presiden yang didukungnya di Pemilu 2019 jika Fadli tak meminta maaf. 

"Dan bila itu tidak dilakukan, kami pastikan bahwa, kamo santri tidak akan memilih partai yang menjadi kendaraan politik Fadli Zon, juga Capres dan Cawapres yang didukung partainya," ujar Jazuli. 

Fadli sendiri sudah mengklarifikasi soal puisi itu. Menurutnya, itu tidak ditujukan kepada Mbah Moen. (CNN Indonesia)