Sayyid Muhsin al-Musawa dilahirkan pada hari Jum’at 18 Muharram 1323 H/ 24 Maret 1905 M di Palembang, Sumatera Selatan. Secara genealogi, ia masih keturunan Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husein. Secara rinci nasabnya adalah, Sayyid Muhsin ibn Ali ibn Abdurrahman ibn Ali ibn Aqil ibn Ahmad ibn Abdurrahman ibn Umar ibn Abdurrahman ibn Sulaiman
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengajar di Masjidil Haram dan Shaulathiyah
3.2 Mudir 'Am Dar Al-Ulum di Haramain
3.3 Sosok yang Cinta Tanah Air
3.4 Rumahnya Selalu Terbuka
4. Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Sayyid Muhsin Al-Musawa lahir pada hari Jumat tanggal 18 Muharram 1323 H/24 Maret 1905 M di Palembang, Sumatera Selatan.
1.2 Nasab
Secara genealogi, Sayyid Muhsin Al-Musawa masih keturunan Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husein.
Secara rinci nasabnya adalah, Sayyid Muhsin ibn Ali ibn Abdurrahman ibn Ali ibn Aqil ibn Ahmad ibn Abdurrahman ibn Umar ibn Abdurrahman ibn Sulaiman ibn Yasin ibn Ahmad Al-Musawa ibn Muhammad Muqallaf ibn Ahmad ibn Abu Bakar As-Sakran ibn Abdurrahman As-Segaf ibn Muhammad Mauladdawilah ibn Ali ibn Alwi Al-Ghayur ibn Muhammad Faqihil Muqaddam ibn Ali ibn Muhammad Shahib Marbath ibn Ali Khali’ Qasim ibn Alwi ibn Muhammad ibn Alwi ibn Ubaidillah ibn Ahmad Al-Muhajir ibn Isa Ar-Rumiy ibn Muhammad An-Naqib ibn Ali Al-Uraidhiy ibn Jaqfar As-Shadiq ibn Muhammad Al-Baqir ibn Ali Zainal Abidin ibn Husein dari Fathimah Az-Zahra, putri Rasululullah SAW.
Ayah Sayyid Muhsin Al-Musawa, Sayyid Ali Al-Musawa dikenal gigih dalam menyebarkan agama Allah. Selain menyebarkan Islam di Palembang, ia juga mempunyai pesantren dan madrasah diniyah yang bertempat di Jambi, yaitu Madrasah Nur Al-Islam dan Pesantren Sa’âdatu Al-Darain. Menurut sebuah pendapat, bahwa kedua lembaga pendidikan Islam tersebut adalah yang tertua di Kota Jambi.
Ketika Sayyid Muhsin Al-Musawa lahir, ayahnya tidak berada di Palembang, Ia sibuk berdakwah di Jambi. Setelah beberapa tahun, terdengarlah istrinya sudah melahirkan, akhirnya ia kembali ke Palembang untuk menjenguk keluarganya. Ditemuilah Sayyid Muhsin Al-Musawa yang sudah remaja yang sudah lihai membaca Al-Qur’an di bawah bimbingan Haji Syamsudin Palembang. Karena Sayyid Ali Al-Musawa mempunyai wadifah keagamaan di Jambi, maka diajaklah Sayyid Muhsin Al-Musawa untuk pergi ke sana.
1.3 Wafat
Semenjak didaulat menjadi Mudir ‘Am di Dar Al-Ulum, Sayyid Muhsin Al-Musawa memfokuskan dirinya untuk perkembangannya. Hampir konsentrasinya terfokus untuk mengurus madrasah yang baru didirikan ini. Getir dan pahit dalam memperjuangkannya tidak terlalu dihiraukan. Ia selalu berdoa semoga Dar Al-Ulum senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah.
Sayyid Muhsin Al-Musawa tidak lama memimpin Dar Al-Ulum hanya sekitar 9 bulan, Allah telah memanggilnya tepatnya pada hari Ahad tanggal 10 Jumadil Akhir 1354 H/9 September 1935 M pada usia kurang lebih 30 tahun.
Setelah Sayyid Muhsin Al-Musawa wafat, jabatan Mudir ‘Am di Dar Al-Ulum berturut-turut digantikan oleh Syekh Zubair Al-Filfulani, Syekh Manshur, Syekh Abdul Muhaimin Al-Lasemi, dan Syekh Yasin ibn Isa Al-Fadani. Setelah Syekh Yasin wafat (1990), Dar Al-Ulum diambil alih oleh pemerintah Saudi Arabia sehingga kualitasnya semakin menurun.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

