Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Beginilah Lafadh Niat I’tikaf
✓ Terverifikasi Tim Riset

Beginilah Lafadh Niat I’tikaf

5.179 kali dibaca · Amaliyah dari Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

I’tikaf lebih diutamakan pada bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh hari yang terakhir. Tidak lain, i’tikaf ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan datangnya Lailatul Qadar, yang mana malam itu lebih mulia dari seribu bulan.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - I’tikaf menurut bahasa artinya adalah berdiam diri, yakni tetap di atas sesuatu. Sedangkan menurut syara’ ialah berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disertai dengan niat. I’tikaf lebih diutamakan pada bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh hari yang terakhir. Tidak lain, i’tikaf ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan datangnya Lailatul Qadar, yang mana malam itu lebih mulia dari seribu bulan.

Dalam melaksanakan i’tikaf, maka harus didahului dengan niatnya. Adapaun lafadh niat yang bisa dibaca adalah sebagaimana berikut: 

نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ تَعَالٰى

“Saya niat i’tikaf karena Allah Ta’ala.”

Selain lafadh ini, bisa juga membaca niatnya dengan lafadh berikut: 

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

“Saya niat beri’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan, jika i’tikaf yang dilakukan itu berupa kewajiban sebab adanya nadzar, maka lafadh niatnya adalah sebagaimana berikut:

نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ فَرْضًا تَعَالٰى

“Saya niat beri’tikaf wajib karena Allah Ta’ala.”

Atau bisa juga dengan membaca lafadh niat berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

“Saya niat beri’tikaf wajib di masjid ini karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca niat, kemudian berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak shalat, dzikir, tafakkur, membaca doa, dan diutamakan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Dengan beri’tikaf, umat Islam memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dan menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna.

Adapun doa yang dianjurkan oleh Rasulullah agar dibaca di bulan Ramadhan, khususnya di sepuluh hari terakhir, adalah doa yang biasa dibaca oleh beliau saat turunya Lailatul Qadar, yakni sebagaimana berikut ini: 

اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّتُحِبُّ الْعَفْوَفَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Pemaaf, menyukai pemaafan, karena itu maafkanlah aku.”

Doa ini berdasarkan keterangan dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah sebagaimana berikut:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ: ” قُولِي: اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Saya berkata, ‘Ya Rasulullah, apa pandangan Anda jika saya bertepatan dengan Lailatul Qadar, apa yang harus saya ucapkan di dalamnya?’ Beliau menjawab, ‘Ucapkan Allaahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni (ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha memaafkan, menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).’” (HR. Ahmad)\

Demikian lafadh niat dan doa yang dianjurkan untuk dibaca di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebab di hari-hari tersebut kemungkinan besar akan dipertemukan dengan Lailatul Qadar. Wallahu A’lam bis Showab. []


Catatan: Tulisan ini telah terbit pada tanggal 20 Maret 2019. Tim Redaksi mengunggah ulang dengan melakukan penyuntingan dan penyelarasan bahasa.

___________

Penulis: Sidaq

Editor: Hakim

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+