Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Menikah dengan Niat yang Benar: Antara Martabat, Harta, dan Agama
✓ Terverifikasi Tim Riset

Menikah dengan Niat yang Benar: Antara Martabat, Harta, dan Agama

6.193 kali dibaca · Nasihat Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Bagi kalian yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, tentu ada rasa berdebar-debar menanti hari istimewa tersebut. Pernikahan bukan sekadar momen bahagia, tetapi juga awal dari kehidupan baru yang penuh dengan tantangan dan ujian.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Bagi kalian yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, tentu ada rasa berdebar-debar menanti hari istimewa tersebut. Pernikahan bukan sekadar momen bahagia, tetapi juga awal dari kehidupan baru yang penuh dengan tantangan dan ujian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami niat dan tujuan dalam pernikahan agar mendapatkan keberkahan dalam rumah tangga.

Dalam kitab Hilyatul Auliya’, terdapat kisah menarik yang dapat menjadi bahan renungan bagi setiap calon pengantin. Kisah ini diriwayatkan dari seorang tabi’in besar, Sufyan bin ‘Uyainah. Diceritakan bahwa seorang pria datang kepada Sufyan dan mengeluhkan istrinya dengan berkata,

يَا أَبَا مُحَمَّدٍ، أَشْكُو إِلَيْكَ مِنْ فُلَانَةَ – يَعْنِي امْرَأَتَهُ – أَنَا أَذَلُّ الأَشْيَاءِ عِنْدَهَا وَأَحْقَرُهَا

“Wahai Abu Muhammad, aku mengeluhkan si fulanah (istriku), aku adalah sesuatu yang paling rendah dan paling hina di mata istriku.”

Sufyan pun menundukkan kepalanya sejenak lalu berkata,

لَعَلَّكَ رَغِبْتَ إِلَيْهَا لِتَزْدَادَ عِزًّا

“Mungkin engkau dahulu menikah dengannya karena ingin menaikkan derajat dan martabatmu?”

Pria itu menjawab, “Benar, wahai Abu Muhammad.”

Sufyan kemudian memberikan nasihat yang dalam maknanya:

مَن ذَهَبَ إِلَى العِزِّ ٱبْتُلِيَ بِٱلذُّلِّ، وَمَن ذَهَبَ إِلَى ٱلمَالِ ٱبْتُلِيَ بِٱلفَقْرِ، وَمَن ذَهَبَ إِلَى ٱلدِّينِ يَجْمَعُ ٱللَّهُ لَهُ ٱلعِزَّ وَٱلمَالَ مَعَ ٱلدِّينِ

“Barang siapa yang menikah karena ingin menaikkan martabat, maka dia akan diuji dengan kehinaan. Barang siapa yang menikah karena menghendaki harta, maka dia akan diuji dengan kemiskinan. Dan barang siapa yang menikah karena agama, maka Allah akan mengumpulkan baginya martabat dan harta bersama dengan agama.”

Sufyan bin ‘Uyainah kemudian menceritakan pengalaman saudaranya yang menikah dengan berbagai niat. Ada saudaranya yang menikah demi martabat, akhirnya Allah menimpakan kepadanya kehinaan. Ada saudaranya yang menikah karena harta, akhirnya Allah timpakan kemiskinan kepadanya. Yang terakhir, Sufyan bin ‘Uyainah sendiri memilih pasangan karena agama, dan Allah mengumpulkan baginya martabat, harta, dan keberkahan agama.

Kisah ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Yahya bin Ja’dah:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى أَرْبَعٍ: عَلَى دِينِهَا، وَحَسَبِهَا، وَمَالِهَا، وَجَمَالِهَا، فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat hal: karena agamanya, karena martabatnya, karena hartanya, dan karena kecantikannya. Maka hendaklah engkau memilih wanita yang baik agamanya, jika tidak, maka tanganmu akan kotor dengan tanah (yakni merugi).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, dalam riwayat dari Aisyah r.ha, Rasulullah SAW juga menyinggung tentang wanita yang baik untuk dinikah terkait dengan ringannya mahar. Beliau bersabda:

أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ مُؤْنَةً

“Wanita yang paling banyak keberkahannya adalah yang paling ringan maharnya.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Dari kisah dan Hadis tersebut, kita bisa mengambil beberapa pelajaran penting. Jika tujuan pernikahan hanya untuk status sosial atau kekayaan, maka kita akan diuji dengan sebaliknya. Namun, jika niat kita adalah mencari keberkahan agama, Allah akan memberikan segalanya.

Selain itu memilih pasangan berdasarkan agama menjadi kunci kebahagiaan. Harta, kecantikan, dan status sosial bisa berubah seiring waktu, tetapi keimanan dan akhlak yang baik akan selalu menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan rumah tangga.

Satu hal lagi yang perlu dicatat di sini, bahwa kesederhanaan dalam pernikahan itu dapat memba

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+