Tanah Terlantar Diserahkan Sertifikat Hak Pakai Ke Kapolri

 
Tanah Terlantar Diserahkan Sertifikat Hak Pakai Ke Kapolri

LADUNI.ID, Jakarta - Sofyan Djalil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menyerahkan sertifikat tanah yaitu hak pakai kepada Tito Karnavian, Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Hak Pakai yang diterima Kapolri merupakan tanah seluas 17,1542 hektar, Senin (29/4/2019).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Hak Pakai yang diterima Kapolri merupakan tanah seluas 17,1542 hektar.

Tanah itu adalah Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Estu Subur yang sudah habis masanya sejak tahun 2000.

Melalui SK Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 8 dan 9/PTT-HGU/KEM-ATR/BPN/2017 tentang Penetapan Tanah Terlantar, lokasi eks HGU tersebut dinyatakan menjadi lokasi tanah terlantar.

Dinyatakan Tanah terlantar adalah tanah yang telah diberikan hak oleh negara yang berupa Hak Milik, Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, dan Hak Pengelolaan atau dasar penguasaan atas tanah yang tidak dipakai, tidak digunaka, atau tidak dimanfaatkan sesuai dengan keadaannya atau sifat dan tujuan pemberian hak atau dasar penguasaannya.

Kemudian, apabila lokasi tersebut tidak diusahakan, tidak dipakai atau tidak dimanfaatkan sesuai dengan keadaan atau sifat dan tujuan haknya, lahan tersebut baru akan dinyatakan sebagai tanah terlantar.

"Kami juga sudah memberikan kepada TNI di Sukabumi," ujar Sofyan.