Habib Sholeh: People Power Berlawanan dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

 
Habib Sholeh: People Power Berlawanan dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

LADUNI.ID, Jakarta - Gerakan People Power yang hendak dilakukan pendukung paslon 02 dalam menyikapi hasil pemilu 2019 bukanlah gerakan jihad. People power justru berlawanan dengan jihad, karena bertentangan dengan upaya membangun Islam Rahmatan Lil Alamiin di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Bendahara Majelis Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MP3I) Habib Sholeh Al Muhdar. Menurut Habib Sholeh, orang-orang yang berjuang hanya untuk gerakan people power tahun 2019 ini adalah upaya mati konyol.

"People Power sama sekali bukan jihad. Jadi yang ikut people power itu bukan syuhada, tapi mati konyol," tegas Habib Sholeh di Jakarta, pada Senin (13/5) kemarin.

Indonesia ini, menurut Habib Sholeh, adalah negara yang damai berdasarkan Pancasila. Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia pun mampu hidup rukun tanpa benturan antarumat.

"Jadi kalau ada pihak yang membentur-benturkan umat Islam. Memecahbelah umat, dan menebar kebencian, maka itu berlawanan dengan agama. Mereka harus ditindak," jelas Habib Sholeh.

Oleh karena itu, Habib Sholeh juga menegaskan bahwa pernyataan pihak yang menyebut People Power sebagai jihad, amar ma`ruf nahi munkar, mereka harus kembali belajar agama dengan benar.

"Amar ma`ruf nahi munkar itu mengajak pada kebenaran dan mencegah kemungkaran. Nah, people power malah mengajak keburukan dengan adu domba dan kebencian, lalu menjauhkan pada kebaikan. Mereka ini kebalik," terang Habib Sholeh dengan nada tegas.

Lebih dari itu, bagi Habib Sholeh, gerakan people power bisa saja mengarah pada gerakan makar, karena melawan konstitusi negara yang sah. Ketika sudah terjadi demikian, maka aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian harus melarang gerakan ini terjadi.

"TNI Polri harus tegas. Siapa pun yang melakukan gerakan melawan negara harus ditindak tegas tanpa pandang bulu," pungkas habib.