Rumusan Khittah Nahdliyyah yang dapat dijadikan acuan warga nahdliyin.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
RUMUSAN KHITTAH NAHDLIYYAH
Khittah NU telah didokumentasikan secara tertulis melalui keputusan Muktamar XXVII NU Nomor 02/MNU-27/1984. Naskah lengkap Khittah NU dalam keputusan tersebut dapat dibaca pada bab 7. Adapun butir-butir Khittah NU tersebut adalah sebagai berikut:
1. Motto
Motto Khittah NU adalah QS. al-Maidah: 48-49
2. Muqadimah
Bagian pendahuluan Khittah NU berisi tentang:
-
Kesadaran atas keharusan hidup bermasyarakat dengan persyaratannya.
-
NU: Jamiyah Diniyah berfaham ahlussunnah wal jamaah, berhaluan salah satu dari madzhab empat.
-
NU: gerakan keagamaan meningkatkan kualitas insan bertakwa.
-
Dalam berupaya mencapai cita-cita NU, terbentuklah kepribadian khas NU yang kemudian disebut sebagai Khittah NU.
3. Pengertian
Khittah NU terdapat penjelas untuk menjelaskan tentang pengertiannya yaitu sebagai berikut:
-
Khittah NU: Landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU.
-
Landasan ini ialah ahlussunnah wal jamaah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan di Indonesia.
-
Khittah NU juga digali dari intisari sejarah NU
4. Dasar-dasar Faham keagamaan NU
Butir ke-4 menjelaskan tentang hal-hal yang menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan agama.
-
NU mendasarkan paham keagamaannya kepada sumber- sumber al-Quran, al-Sunnah, Al-Ijma’, dan al-Qiyas.
-
NU menggunakan mazhab (jalan pendekatan):
-
1) Di bidang akidah mengikuti faham Ahlussunnah wal Jamaah yang dipelopori oleh Imam al-Asy’ari dan al-Maturidi.
-
2) Di bidang fiqih mengikuti salah satu dari madzhab empat.
-
3) Di bidang tasawuf mengikuti antara lain Imam Baghdadi, Imam Ghazali dan imam-imam lain.
-
-
NU mengikuti pendirian bahwa Islam adalah agama fitri, menyempurnakan nilai-nilai yang baik yang ada pada manusia, ciri-ciri yang baik milik sesuatu kelompok manusia dan tidak menghapusnya.
5. Sikap Kemasyarakatan NU
Butir ini menjelaskan tentang dasar-dasar menumbuhkan sikap kemasyarakatan NU yang bercirikan:
a. Sikap tawassuth dan i’tidal. Sikap ini mempunyai pokok sebagai berikut:
-
1) Sikap tengah berintikan keadilan di tengah kehidupan bersama.
-
2) Menjadi kelompok panutan, bertindak lurus, bersifat membangun, tidak ekstrem.
-
Sikap tasamuh yang mengandung pengertian:
-
1) Toleran di dalam perbedaan pendapat keagamaan.
-
2) Toleran di dalam urusan kemasyarakatan dan kebudayaan.
-
-
Sikap tawazun sebagai berikut:
1) Keseimbangan dalam berkhidmat kepada Allah
2) Berkhidmat ke
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

