11 Jun 2019 · 30.331 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Setiap kata yang muncul dalam suatu bahasa memiliki; cerita, kisah, dan asbab. Ia tidak muncul dari sesuatu yang kosong, bahkan pilihan huruf dalam setiap kata, juga memiliki arti tersendiri, maka rangkaian huruf yang menjadi kata, memiliki kisahnya tersendiri. Namun, ada yang masih sulit dicari asbabnya (ghumud), karena sudah banyak yang melupakannya (Al-Muzhir fi Ulum al-Lughah, li As-suyuthi). Seperti, Kata "Insan, manusia" dari "Nasiya, lupa" karena manusia lebih banyak atau sering lupa. "Bahimah,بهيمة, hewan" karena "Abhamat 'an al-aql, tertutup aqalnya, tidak berakal", Disebut "Kufah" karena disesaki manusia "Takufu al-raml takaufan". Demikian pula kata-kata lainnya.
Pada kajian kali ini, penulis mencoba melihat kata "Rajul, laki-laki" dalam bahasa Arab. Dengan fokus masalah sederhana (Asilah al-bahst), mengapa "Rajul" disebut "Rajul"?, Pertanyaan ini berangkat dari banyaknya pernyataan bahwa "Rajul, laki-laki) dari "Rijl, kaki". Dan juga ad
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+