11 Jun 2019 · 6.667 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Ini cuma cerita kecil tentang bagaimana seorang ulama berusaha menyelaraskan antara ilmu dan amal, antara apa yang ia katakan dengan apa yang ia lakukan. Di sini ulama yang dimaksud adalah Abu Hamid Al-Ghazali, guru sufi dari Persia abad ke-11. Ulama kelahiran Thus ini terkenal amat ketat standar moralnya dalam soal dakwah dan pengajaran. Dalam salah satu suratnya yang dialamatkan kepada seorang muridnya, sang Hujjatul Islam itu mewanti-wanti agar sang murid pantang mengajar apa pun kecuali harus mengamalkan terlebih dahulu apa yang akan diajarkan.
Nah, dalam buku-bukunya yang membicarakan etika spiritual seperti Ihya’ ‘Ulumuddin, Al-Arba’in fi Ushuliddin, dan Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menganggap pujian sebagai salah satu maksiat lidah, sebanding dengan dusta, gosip, dst. Baginya, kebiasaan memuji akan menimbulkan keburukan moral yang akan menjadi "katarak" batin di hati setiap Muslim yang sedang menempuh jalan ruhani.
Di dalam kitab Al-Arba’in
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+