Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Tgk. H. Abdul Wahab Abbas Seulimum
✓ Terverifikasi Tim Riset

Tgk. H. Abdul Wahab Abbas Seulimum

wafat 1996 M · 23.980 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Tgk. H. Abu Wahab Abbas Seulimum adalah sosok ulama Aceh dan pendiri Dayah Ruhul Fata Seulimeum

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Tgk. H. Abu Wahab Abbas Seulimum

  1. Pendidikan
  2. Wafat
  3. Kecintaan Kepada Sang Guru
  4. Belajar Ilmu Bela Diri
  5. Mendirikan Dayah Ruhul Fata
  6. Kegigihan dan Kesemangatan

Pendidikan

al-Mukarram Abu Wahab Seulimum belajar dalam waktu yang lama di Kota Santri Samalanga tepatnya di Dayah MUDI Samalanga,  saat itu dayah tersebut dipimpin oleh Syekh H. Hanafiah Abbas yang sering disapa Teungku Abi. Sang guru dalam kesehariannnya sibuk dengan dunia "beut seumeubeut" (Mengajar). Tidak sedikit para ulama yang telah ‘alim kembali belajar kepada Teungku Abi.

Fenomena ini tidak salah apabila Abu Wahab Seulimum memilih Dayah MUDI untuk berguru dan menuntut ilmu termasuk mengambil berbagai tarekat dari sosok Sultanul Aulia Teungku Abi. Keberadaan Abu Wahab Seulimuem yang sangat mengidolakan gurunya itu merupakan murid langsung (Ashabil Wujuh) Teungku Abi.

Tidak mengherankan apabila semua waktu Abu Seulimuem dihabiskan bersama Sultanul Aulia itu. Hampir setiap pengajian beliau menyebut nama gurunya Tgk. Abi Hanafiah. Banyak kenang-kenangan yang beliau peroleh pada masa menuntut ilmu di Dayah MUDI dan belajar pada Tgk. Abi.

Baca juga: Biografi Waled Nuruzzahri

Wafat

Waktu terus berlalu, akhirnya Tgk. H. Abdul Wahhab berpulang kerahmatullah pada tahun 1996, kepemimpinan dayah dilanjutkan oleh putra beliau yaitu al-Mukarram Syaikhuna Tgk. H. Mukhtar Luthfi bin Tgk. H. Abdul Wahhab bin ‘Abbas bin Sayed Al-Hadhrami (Abon Seulimeum).

Kecintaan Kepada Sang Guru

Salah satu cerita yang diriwatkan menyebutkan bahwa ketika Abu Wahab Seulimum marah, anak-anaknya terkadang mengingatkan Abu, “Abu, Teungku Abi han tom bungeh-bungeh” (Abu, Teungku Abi tidak pernah marah). Dengan seketika Abu Wahab terhentak saat mendengar disebut nama gurunya

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+