“Sêngit ndulit, gêthing nyanding”

 
“Sêngit ndulit, gêthing nyanding”
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Mengapa membenci? Itu lebih merupakan pertanyaan filsafat ketimbang psikologi. Tak pernah ada penjelasan yang mudah untuk setiap kasusnya. Bahkan lebih sering yang didaku sebagai penjelasan sesungguhnya hanyalah pembenaran.

Terlalu sering ada orang dibenci malah bingung, “Salahku apa...?”

Begitu ruwetnya urusan kebencian itu sampai-sampai Kanjeng Nabi Muhammad SAW seolah mencegat kita dari perenungan akan sebab-musabab kebencian dengan menandaskan hakikatnya sebagai bagian dari keazalian yang dikehendaki Tuhan.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN