12 Jul 2019 Β· 8.324 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Di tengah padang gersang Yaman, hiduplah seorang pemuda miskin bernama Uwais Al-Qarni. Sosok ini bukanlah seorang bangsawan, bukan orang terpandang, bukan pula pedagang kaya. Hanya seorang pemuda yatim yang hidup berdua dengan ibunya yang sudah tua, lumpuh, dan buta. Tapi dari rumah kecil itu, lahirlah kisah yang abadi, tentang kisah bakti, cinta, dan keajaiban.
Uwais bukan hanya pemuda yang taat beribadah, tapi juga dikenal karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya. Ia selalu memenuhi keinginan ibunya, tak terkecuali saat sang ibu menyampaikan keinginannya untuk menunaikan ibadah haji.
Namun, siapa yang akan membawanya? Mereka tak memiliki kendaraan, apalagi harta. Tapi cinta tak mengenal keterbatasan. Dengan keyakinan dan kecerdasannya, Uwais menemukan cara.
Sebelum musim haji tiba, Uwais mulai memelihara seekor anak lembu. Ia lalu sengaja membangun kandang di atas bukit, lalu setiap hari ia menggendong lembu itu naik turun bukit untuk memberinya makan dan kembali ke kandang. Hal itu dilakukannya kurang lebih selama delapan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+