01 Aug 2019 Β· 3.421 dibaca · Hikmah
LADUNI.id - Belakangan, apresiasi umat Islam terhadap kitab suci al-Qur’an mulai terkikis. Akhir-akhir ini, kesukaan dan kewajiban membaca serta mengkajinya mulai pudar. Mereka lebih suka membaca Koran dari pada Qur’an. Bahkan, hadirnya media online, yang telah "menenggelamkan" media cetak, pun ikut melemahkan semangat umat muslim membaca al Quran.
Sebagian umat muslim lebih rilex membaca media online di HP dari pada membuka aplikasi al Quran. Sebagian umat muslim lainnya lebih senang mencari sesuap nasi ketimbang membaca al-Quran (reading Qur’an). Mereka (me) lupa (kan) bahwa al-Quran kitab petunjuk.
Membaca dan mengkaji isi al-Quran adalah cara untuk mendapatkanpetunjuk ilahi. Hidup di dunia tanpa petunjuk-Nya tidak mungkin akan berjalan dengan lancar.
Kini, kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT.itu kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril seolah-olah telah ditinggalkan oleh umatnya. Bahkan lebih parah, muncul penilaian negatif (negative result) bahwa Al-Quran yang suci, yang tidak boleh disentuh kecua
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+