Soal Janji Anies DP 0 Rupiah, PCNU Jaktim: Berharap Tepat Sasaran

 
Soal Janji Anies DP 0 Rupiah, PCNU Jaktim: Berharap Tepat Sasaran

LADUNI ID, Jakarta - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur (Jaktim), Syarif Cakhyono mengatakan program DP 0 Rupiah tidak efektif karena tidak tepat sasaran.

Menurutnya, program Rumah DP 0 Rupiah yang kini sedang digencarkan Pemda DKI Jakarta masih terlalu mahal. Sebab, kata dia, harga rumah tersebut masih belum terjangkau untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. 

"Ya klo DP 0 Rupiah, terus harga cicilannya mahal, buat siapa?," kata Cakhyono usai menunaikan sholat Idhul Adha di masjid Miftahul Jannah Cibubur Jaktim, Minggu (11/8/19) pagi.

Pria yang pernah mencalonkan diri pada kontestasi pilihan legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada april lalu inipun menilai, harga rumah dengan tipe 36 dibanderol antara Rp 335 juta sampai Rp 341 juta tak bakal bisa terjangkau oleh masyarakat dengan pendapatan 4 juta perbulan.

"Kebijakan harga dan angsuran yang harus diperbaiki. Mungkin bisa juga Pak Anies Baswedan, selaku Gubernur membantu hal itu. Kan dia yang janji waktu mencalonkan jadi Gubernur ada rumah DP 0 Rupiah untuk warga kurang mampu," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Rumah DP 0 Rupiah merupakan janji kampanye pasangan Anies Baswedan - Sandiaga S. Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.  Anies sempat berujar, rumah DP nol merupakan solusi bagi warga DKI yang belum memiliki rumah. Saat itu, menurut dia, 41 persen warga DKI tak memiliki rumah.

Lebih lanjut, kata Cakhyono, Gubernur DKI Jakarta mesti mencarikan solusi. Sebab, dia meyakini yang menginginkan rumah DP 0 Persen merupakan orang tidak mampu. Dan membutuhkan tempat tinggal.

"Klo orang itu kaya, ga mungkin dia berharap dari kepemilikan rumah DP 0 Rupiah. Inikan yang berharap orang yang tidak mampu. Jadi, menurut saya, harga dan angsurannya yang jadi permasalahan," tandasnya.

Meski demikian, Cakhyono berharap gubernur DKI Jakarta merubah arah kebijakannya. Sehingga kepemilikan rumah DP 0 Rupiah dengan angsuran yang terjangkau bisa dimiliki warga yang belum mempunyai rumah.

Sementara, sejumlah warga mengeluhkan mahalnya harga rumah dalam program Rumah DP 0 rupiah. Warga menilai harga rumah tersebut masih belum terjangkau.

"Harga untuk warga menengah ke bawah murah tapi dilihat dari tipe rumahnya kecil kayak kos-kosan. Sasarannya kayaknya kurang tepat," kata Dira seperti dikutip Tempo, Jumat, (9/8/19).

Selain itu, warga lain, Rini Mega Fitriati, juga mengeluhkan hal yang sama. Dia menilai program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini, tidak pas jika diperuntukkan kalangan menengah ke bawah.

"Kalau aku bilang ini (rumah DP nol) incaran orang yang punya uang walaupun DP-nya nol," papar Rini.

Wanita 27 tahun ini melanjutkan bahwa program Anies, "Belum bisa memfasilitasi warga ke bawah dan menengah," imbuhnya. 

(*)