Wisata Ziarah dan Berdo'a di Makam Mbah Datuk Subuh Jepara

 
Wisata Ziarah dan Berdo'a di Makam Mbah Datuk Subuh Jepara

Liku Sejarah
Nama Sidigede dahulu berasal dari 3 tokoh yang berperan dalam kemajuan desa tersebut. Mereka adalah Mbah Datuk Subuh, Mbah Sidiq, dan Mbah Nerang. Meraka sering berpindah–pindah tempat tinggal mulai dari suatu tempat sampai ke tempat lain. Sampai pada suatu saat mereka ditakdirkan untuk tinggal di suatu desa yang sama.

Pada tempat tersebut mereka mencoba untuk menjadi tokoh masyarakat dan mengembangkan desa tersebut. Namun selama mereka tinggal di desa tersebut, peran mereka sebagai tokoh masyarakat belum mampu untuk membawa desa tersebut untu maju dan berkembang. Tempat tersebut kemudian diberinama Desa Sidialit.

Seiring berjalannya waktu mereka pun kemudian pindah dan menetap di suatu desa, sama seperti desa sebelumnya mereka berusaha untuk menjadi tokoh masyarakat dan mengembangkan desa tersebut. Dan usaha yang mereka lakukan terhadap desa tersebut kemudian menuai hasil. Desa yang mereka tempati kemudian berkembang baik dari hal pendidikan, sosial, dan agama.

Desa yang mereka tinggali pun kemudian diberi nama Desa Sidigede. Karena desa tersebut telah berkembang, suatu saat Mbah Sidiq memutuskan untuk berpindah tempat dan kemudian pindah ke desa yang sekarang bernama Desa Kriyan meninggalkan Mbah Datuk Subuh dan Mbah Nerang. Mbah Datuk dan Mbah Nerang kemudian menghabiskan sisa hidupnya di Desa Sidigede sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di desa tersebut.

Karena jasanya dalam membangun desa, Mbah Datuk Subuh dan Mbah Nerang kemudian dianggap sebagai tokoh yang paling berjasa dalam berdirinya Desa Sidigede. Makam kedua tokoh tersebut sering dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berziarah.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN