Viral Video Anggota Banser Dipersekusi, PPP Minta Pemerintah Ambil Langkah Preventif

 
Viral Video Anggota Banser Dipersekusi, PPP Minta Pemerintah Ambil Langkah Preventif

LADUNI.id - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyayangkan persekusi yang dialami dua orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) beberapa waktu lalu. Sebelumnya, viral video dua orang anggota banser dicap dan dihina kafir lantaran tidak mengucapkan lantaran tidak mau mengucapkan takbir dengan cara dipaksa.

Wasekjen PPP, Achmad Baidowi mengatakan, dalam bentuk apapun, persekusi itu tidak dibenarkan. Persekusi tidak boleh dilakukan oleh siapapun, termasuk ormas ataupun kelompok agama manapun.

"Karena kita ini adalah negara yang majemuk, negara yang plural. Soal keimanan, soal mengukur ketakwaan seseorang, itu bukan di jalan begitu caranya," kata  Achmad Baidowi, Rabu (11/12) seperti dikutip dari news.detik.com.

Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, menilai setiap orang memiliki karakter sendiri dalam beragama. Untuk itu, dia berharap ormas-ormas keagamaan di Indonesia bisa memahami hal itu, sehingga tindakan persekusi bisa dihindari.

"Jadi kalau tidak teriak Allahu Akbar dianggap kafir, jadi harus ada pemahaman yang sama bahwa keberagaman, cara-cara orang mengekspresikan keagamaannya itu masingmasing berbeda. Dan jangan pula pikiran seperti ini terus meluas," tambah Anggota DPR RI itu.

Dia juga meminta pemerintah mengambil tegas, agar kejadian serupa seperti yang dialami dua anggota Banser itu. "Jadi kami harapkan ormas keagamaan itu punya peran besar di sini termasuk juga pemerintah memberikan pemahaman supaya langkah-Iangkah preventif dilakukan," kata Awiek.

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 2 detik yang memperlihatkan dua anggota Banser mengalami persekusi fari seseorang, bahkan dicap kafir gegara menolak saat dipaksa mengucapkan takbir viral di media sosial.

Dalam video itu, tampak dua anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seseorang yang merekam video sembari menunjuk-nunjuk kamera. Video itu diawali dengan makian 'monyet' untuk menanyakan e-KTP dua anggota Banser itu.

Kemudian, salah satu anggota Banser tampak bertanya alasan lelaki tersebut menanyakan e-KTP. Kemudian, percakapan itu berlanjut, lelaki bertopi dan mengenakan pakaian hitam itu menanyakan alasan dua anggota Banser itu ada di Jakarta.

Lalu, anggota Banser itu menjawab, keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Kemudian, dua anggota Banser itu dipaksa mengucapkan takbir, namun dua anggota Banser itu terlihat mempertanyakan alasannya.

Sumber : news.detik.com