Diiringi Shalawat Asyghil, PAC IPNU-IPPNU Saronggi Dilantik

 
Diiringi Shalawat Asyghil, PAC IPNU-IPPNU Saronggi Dilantik

LADUNI.id, Sumenep - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Saronggi, Sumenep resmi dilantik. Pelantikan IPNU-IPPNU itu dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Saronggi, Jum'at (13/12) siang.

Saat prosesi pelantikan dan naskah surat pengesahan dibacakan, nampak prosesi sakral itu diiringi  Shalawat Asyghil. Hingga selesai prosesi, semua itu berjalan sakral dan penuh khidmat.

Ketua PAC IPNU Saronggi, A Syahrullah Wardi mengatakan, dengan dilantiknya kepengurusan itu, semua pengurus memiliki tanggungjawab besar. Untuk itu, dia meminta seluruh jajarannya bekerja sama dengan baik dengan cara-cara yang organisatoris.

"Bukan hanya ketua saja yang bekerja tetapi semua struktur harus saling bersinergi," kata lelaki yang akrab disapa Sahrul itu kepada media usai pelantikan dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Sumenep, Musyfikurrahman mengatakan, berorganisasi di IPNU-IPPNU bukan sekedar masalah seragam yang digunakan saja. Yang terpenting, adalah kerjasama antar pengurus untuk mengelola dan menjaga marwah organisasi.

"IPNU IPPNU harus mampu merangkul semua pelajar, mahasiswa dan santri yang ada di kecamatan Saronggi," kata Musyfikurrahman.

Kata Musfik, kekuatan NU terletak pada kaderisasi. Untuk itu, dia meminta adanya sinergitas dan kesolidan organisasi. Diibaratkan sebuah bangunan, IPNU-IPPNU adalah fondasi kaderisasi. "Jika fondasinya kuat, maka 20 tahun yang akan datang NU semakin kuat," katanya.

Untuk itu, Musyfik berharap, pengurus yang baru dilantik khususnya yang menjadi pimpinan untuk memiliki metode berfikir yang searah dengan tatanan organisasi di atasnya. "Sebaliknya ketua cabang itu harus berfikir seperti pimpinan wilayah," ucapnya.

Pada pelantikan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Saronggi itu juga diisi orasi keorganisasian oleh KH. Antok Sudarti dengan tema 'kontekstualilasi Fikroh Nadliyyin dalam Meneguhkan Nasionalisme dan Menjaga Geneologi Keilmuan".