Riwayat Nama Pangersa Abah Anom, Mursyid TQN Suryalaya

 
Riwayat Nama Pangersa Abah Anom, Mursyid TQN Suryalaya

foto: Istimewa

LADUNI.ID, Jakarta - Beberapa waktu setelah kelahiran Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra yang dikenal dengan Pangersa Abah Anom qs pada tanggal, 1 Januari 1915. KH Abu Bakar Faqih yang kelak dikenal dengan sebutan Abah Faqih bergelar Macan Suryalaya mendatangi Syekh Haji Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh atau Pangersa Abah Sepuh ra yang sedang berbahagia dengan kelahiran putra kelimanya.

Abah Faqih menghaturkan sepucuk surat untuk Pangersa Abah Sepuh ra. Surat istimewa ini ternyata berasal dari Nabi Khidhir as. Di dalam isi suratnya tertulis petunjuk nama untuk sang putra yang baru dilahirkan. Tertulis dalam surat itu pilihan nama “Shohibul Wafa” atau “Tajul Arifin.” Lalu di bagian bawah suratnya ditanda-tangani oleh Al-Khidhir as.

Setelah membaca surat itu Pangersa Abah Sepuh ra berkata: “Kalau begitu kita ambil saja dua-duanya.. Namanya adalah Shohibul Wafa Tajul Arifin..”

Namun setelah itu Pangersa Abah Sepuh tidak langsung memberikan nama khirqah dari Nabi Khidhir as itu. Sang putra kelima ini kemudian diberi nama Ahmad Zaka Munji. Ketika masa kanak-kanaknya biasa disebut dengan panggilan Cep Mumun.

Maka 23 tahun kemudian setelah Cep Mumun pulang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Barulah Pangersa Abah Sepuh ra memberikan nama khirqah dari Nabi Khidhir as itu. Nama Ahmad Zaka Munji diganti olehnya menjadi Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin.

Diketahui, Pangersa Abah Anom lahir di Kampung Godebah, Suryalaya, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya , 1 Januari 1915 – meninggal di Tasikmalaya, 5 September 2011 pada umur 96 tahun) adalah seorang ulama, Mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya.

Wallaahu a’lam..

Mohamad Ghouse Bin Mohd Saleh Khan Surattee