Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud Apresiasi Perolehan Gelar Profesor Dr HM Hary Djatmiko

 
Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud Apresiasi Perolehan Gelar Profesor Dr HM Hary Djatmiko

Foto: KH Marsudi Syuhud ucapkan selamat kepada Dr HM Hary Djatmiko usai pengukuhan gelar Profesor (15/1)

LADUNI.ID, Jember - Dr HM Hary Djatmiko, HS, M.S mendapatkan gelar Profesor dari Universitas Jember (Unej), Rabu (15/1/20). Pengukuhan berlangsung di Gedung Auditorium, Kampus Unej. Atas pencapaian itu, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengapresiasi dan mengaku bangga atas usaha keras Hakim Mahkamah Agung itu.

“Saya turut bangga dan apresiasi atas tercapainya usaha keras beliau untuk bisa mendapatkan pengukuhan guru besar di Universitas Jember ini di bidang hukum perpajakan," kata Kiai Marsudi kepada wartawan usai acara pengukuhan gelar Profesor, Rabu.

Menurut dia, perputaran dan ilmu itu terus berkembang dari negara satu dengan yang lainnya bisa berbeda dalam treatment pelaksanaannya. Ia pun mengakui pemikiran Dr Hary Djatmiko yang memiliki terobosan.

“Beliau memiliki terobosan pemikiran yang kemudian diakui secara akademik oleh Universitas Jember sehingga diumumkan Universitas Jember ini menjadi guru besar," ucap dia.

Ia pun mengucapkan selamat atas capaian itu. "Saya mengucapkan selamat atas perolehannya mendapatkan gelar profesor dari background perpajakan ini,” tutur dia, bangga.

Sementara, Prof Hary menjelaskan, untuk menjadi profesor prosesnya sangat panjang banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan pengakuan dari sesama profesi.

“Perjalanan menjadi profesor ini sangat panjang. Setelah memenuhi persyaratan akademis yang banyak sekali, harus ada pengakuan dari sesama profesi dalam dan luar negeri,” kata Hary.

"Juga harus kantongi pengakuan dari lembaga profesi pajak, pengusaha, ahli keuangan dan pihak terkait lainnya," ungkap dia, menambahkan.

Sebelumya, pada prosesi pengukuhan sebagai profesor, Hary menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Peranan Asas Iktikad Baik dalam Pembangunan Hukum Perpajakan melalui Putusan Mahkamah Agung".

Untuk diketahui, penyandang gelar profesor di bidang hukum perpajakan itu tergolong langka di Indonesia. Informasi yang dihimpun, jumlahnya tidak sampai 10 orang, termasuk yang masih hidup dan meninggal.

Adapun per Oktober 2019, Unej telah memiliki 84 profesor sejak universitas tersebut berdiri pada 1964.

Selain Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, pengukuhan juga dihadiri sejumlah tamu penting baik itu pejabat negara, para hakim, akademisi, tokoh agama serta figur publik penting lainnya. (*)