Ganjar Pranowo Manfaatkan Zakat ASN Tuntaskan Kemiskinan di Jateng

 
Ganjar Pranowo Manfaatkan Zakat ASN Tuntaskan Kemiskinan di Jateng

LADUNI.ID, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan zakan yang dibayarkanoleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengentaskan kemiskinan di daerahnya dengan optimal. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membantu program pengentasan kemiskinan dengan memanfaatkan potensi anggaran lainnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng KH Ahmad Daroji mengatakan bahwa melalui zakan Baznas tersebut akan menjadi jurus jitu penanggulangan kemiskinan dengan cepat, selain bantuan CSR, Filantropi dan sebagainya.

"Mengentaskan kemiskinan adalah tugas kita bersama. Dorongan Gubernur kepada ASN untuk mengeluarkan zakat juga menjadi salah satu penyumbang tingginya potensi zakat di Jawa Tengah," terang KH Ahmad Daroji, seperti dikutip Laduni.id dari laman liputan6.com, Kamis (16/1) kemarin.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat bahwa total warga miskin yang berhasil dientaskan selama periode Maret hingga September 2019 sebanyak 63.830 orang. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia. Di peringkat kedua ada Jawa Timur (56.250 jiwa), disusul Nusa Tenggara Barat (30.280 jiwa).

Sementara jika dihitung secara persentase, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah per September 2019 turun 0,22 persen menjadi 10,58 persen dibanding Maret 2019 sebesar 10,80 persen. Atau, penurunan jumlah penduduk miskin pada periode September 2018-September 2019 di Jawa Tengah berkurang 188.020 jiwa dari 3,867 juta menjadi 3,679 juta orang.

Terkait dengan hal tersebut, Daroji yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Jateng tersebut juga menerangkan, selama ini zakat dari ASN di lingkungan Pemprov Jateng mencapai Rp4,7 miliar setiap bulan. Dari dana yang terkumpul itu, digunakan untuk beberapa program pengentasan kemiskinan.

Misalnya rehab rumah tidak layak huni, beasiswa bagi siswa miskin dan lain sebagainya. Bahkan saat ini, Baznas Jateng mulai mengembangkan sektor-sektor produktif seperti permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance dan lain sebagainya.

"Zakat itu utamanya kan untuk mengentaskan kemiskinan. Tetapi kalau diberikan dalam bentuk uang dan beras itu tidak mengentaskan, hanya sementara saja. Memberikan pelatihan dan memberikan modal itu baru insyaallah mereka mentas, tetapi juga harus dibimbing dengan diberikan modal dan pelatihan," pungkas Daroji.