25 Jan 2020 ยท 11.897 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Dalam tradisi dakwah Nahdlatul Ulama (NU), para ulama tidak pernah berjalan tanpa pedoman. Arah dakwah mereka selalu bersumber langsung dari teladan agung Rasulullah Muhammad SAW. Seperti ditegaskan oleh KH. Said Aqil Siradj dalam sebuah pengajiannya, bahwa ada empat metode dakwah Nabi yang menjadi fondasi utama gerakan dakwah para ulama NU.
Sebagaimana firman Allah SWT:
ูููู ุงูููุฐูู ุจูุนูุซู ููู ุงูุฃูู ูููููููู ุฑูุณููููุง ู ููููููู ู ููุชููููุนูููููููู ู ุขููุงุชููู ููููุฒูููููููู ู ููููุนููููู ูููู ู ุงููููุชูุงุจู ููุงููุญูููู ูุฉู ููุฅูู ููุงูููุง ู ูู ููุจููู ููููู ุถูููุงูู ู ููุจูููู
“Dialah (Allah) yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, padahal sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu‘ah: 2)
Ayat ini menggambarkan peta dakwah Nabi, yakni membangun manusia dari nol (dari kondisi ummi) menuju umat yang wasathan, moderat,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+