08 Feb 2020 · 7.601 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Ketika hidup berdampingan dengan masyarakat, akan selalu mendapatkan berbagai macam pertanyaan, yang kadang kita kesulitan untuk menjawabnya. Terutama, jika berkaitan dengan hukum Islam.
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha, putra KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah memberikan dua model pertanyaan di masyarakat. Hal ini beliau sampaikan dalam forum bersama mahasiswa.
"Pertanyaan itu, ada dua macam. Zaman Nabi pun ada dua model pertanyaan. Pertama, sualun mustafhim, orang tanya ingin paham. Kedua, sualun mutaannit," kata Gus Baha menjelaskan. Yang pertama maksudnya ialah orang bertanya memang benar-benar ingin paham dan ingin mengetahui. Sehingga, penting dijelaskan. Sementara yang kedua bertanya karena ingin memojokkan kyai.
"Saya pikir ini, kalian harus tahu gelagat orang bertanya apa untuk mempersulit atau benar-benar ingin paham," imbuhnya.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+